Kota Banjarbaru
Webinar Literasi Digital Banjarbaru: Internet Itu Sumber, Berbaik-baiklah dengan Internet
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Percepatan transformasi digital, mendorong ilmu pengetahuan masyarakat dan pemahaman, serta kecakapan literasi digital masyarakat.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 menuju Indonesia Makin Cakap Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI kerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar “Perkaya Diri Dengan Literasi Digital di Era 4.0”, Kota Banjarbaru, Senin (26/7/2021), dimoderatori Shabrina Anwari.
Tampil sebagai nara sumber pertama, Nadila Wantari, musisi -penyanyi eks JKT-48, membuka bahasan positif kreatif dalam berinternet, harus memanfaatkan setiap akses platform-platform di internet untuk mempromosikan semua karya atau konten.
Meski pasti ada saja tanggapan positif dan negatif ketika sebuah komentar atau konten diunggah ke platform, karena setiap platform digital itu punya kultur yang berbeda-beda.
Baca juga: Empat Lokasi Posko Penyekatan PPKM Level 4 di Banjarbaru Sudah Diaktifkan!
“Sebagus apapun konten yang kita hasilkan, pasti ada pro dan kontra, jadi kita menghadapinya santai aja, ga usah terlalu dipikirin komentar-komentar negatif,” kata Nadila Wantari.
Nara sumber kedua, Drs Eko Suhartono, Kepala Sekolah SMK Telkom Banjarbaru menyampaikan terkait hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Hak yang didapatkan dari hasil pikir, yang diproduksi untuk masyarakat.
Karena itu perlu perlindungan hukum atas pencipta yang dimiliki perorangan atau kelompok.

“Kalau memiliki sebuah karya segera didaftarkan ke HAKI,” kata Eko Suhartono. Fungsi HAKI penting untuk melindungi hasil karya.
Misal ketika menguplod video ke YouTube hasil karya sendiri, bisa didaftarkan ke HAKI, sehingga tidak berpotensi dan bisa dibajak.
Hak kekayaan industri itu terdiri atas hak paten, hak merek dan hak desain industry.
“Internet itu sumber, berbaik-baiklah dengan internet. Kenapa kita harus berbaik-baik, karena kita bisa dikomplain,” kata Kepsek SMK Telkom Banjarbaru.
Baca juga: PPKM Level 4 Berlaku di Banjarbaru-Banjarmasin, 11 Daerah Masuk ‘Daftar Hitam’ PPKM Level 3
Nara sumber ketiga, Finda Vericha Ngenda, seorang pengajar, menyampaikan bahaya pornografi di dunia digital. Ciri-ciri kencaduan pornografi, sering menyendiri. Pencegahan dan penanganan harus melibatkan orangtua, orang di sekitar lingkungan.

“Dampingi anak mengakses internet, kenali lingkungan dan teman sekitarnya, sepakati bersama waktu menggunakan gadget atau internet,” ujar Finda. Beri pemahaman internet sehat, kalau sudah candu dampaknya itu banyak. (kanalkalimantan.com/al)
Reporter : al
Editor : kk
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSMAN 7 Banjarmasin Juara Lomba Mading 3D Museum Wasaka
-
HEADLINE2 hari yang laluPerbedaan Perlakuan, Mantan Jampidus Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi
-
HEADLINE2 hari yang lalu8 Area Rawan Korupsi Daerah: Program Titipan, Pokir, Hibah dan Bansos
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluLestarikan Budaya, Gubernur Kalteng Resmikan Pembangunan Huma Betang
-
Pendidikan3 hari yang laluMading 3D Juara Pertama Karya Anak SMAN 7 Banjarmasin Integrasikan AI
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluAnggota DPRD Ingatkan Warga Waspada Penyakit Diare dan ISPA


