WARGA +62
Sebar Berita Hoax Babi Ngepet, Ustaz Adam Beli Babi via Online Rp 900 Ribu
KANALKALIMANTAN.COM – Ustaz Adam Ibrahim, penyebar berita hoax babi ngepet di Bedangan, Depok, ternyata membeli babi hutan via online.
Dalam pengungkapan kasus di Polres Metro Depok, Ustaz Adam mengaku membeli babi tersebut seharga Rp 900 ribu.
Ditambah ongkos kirim Rp 200 ribu. Lalu ia membuat skenario penangkapan bersama orang lainnya.
“Babinya dikirim melalui jasa pengiriman tepat pada jam 22.55 WIB. Babi itu baru datang dan dilepas di depan rumah saya,” ujarnya, Kamis (29/4/2021).
“Jadi dilepas dan kita menunggu babi itu sampai datang, karena dari posisi yang dilepas sangat mudah bagi babi itu untuk jalan ke titik yang disiapkan,” tambahnya.
Ustaz Adam mengaku khilaf dan meminta maaf atas perbuatannya membuat berita hoax babi ngepet di Depok.
Dia mengaku awalnya hanya berniat menyelesaikan persoalan karena ada warga yang mengeluh kehilangan uang Rp 1-2 juta.
“Saya akuin itu adalah salah yang sangat fatal. Ini hanya rekayasa pribadi saya sendiri, hanya untuk menyelesaikan apa yang disolusikan kepada saya,” tuturnya.

Ustaz Adam pelaku penyebar berita hoax babi ngepet di Depok saat berada di Polres Metro Depok, Kamis (29/4/2021). [SuaraBogor.id/Supriyadi]
“Saya belum kasih jawaban, saya tahu sudah viral di media sosial. Karena posisi saya kerja,” kata Ketua RW 04 Bedahan Abdul ketika dikonfirmasi Suara.com.
Terkait penangkapan dan penetapan Ustaz Adam sebagai tersangka penyebar berita hoax babi ngepet, Abdul mengaku baru mengetahuinya di media sosial.
Terkait sosok Ustaz Adam, ia mengaku tidak mengenal betul. Namun sebagai ketua lingkungan mengetahui Adam tinggal di lingkungan RW 04.
“Dia ngontrak. Aslinya Kampung Perigi dan bentuk majelis taklim,” kata Abdul.
Sementara itu, warga Bedahan Dafid mengaku kaget atas peristiwa ini. Sebab, berita babi ngepet di daerah Bedahan adalah bohong dan berita bohong itu disebarluaskan oleh oknum yang mengaku ustaz.
“Setahu saya dia (Adam) itu buat majelis taklim di wilayah dan dikenal sebagai ustaz dan ngontrak di RW 04,” kata Dafid.

Babi yang diduga Babi ngepet di Depok. (Instagram @ndorobeii)
Soal penangkapan babi diduga babi ngepet oleh warga dengan tidak mengenakan pakaian, kata Dafid informasi itu benar.
Menurut dia, menangkap babi ngepet dengan cara telanjang bulat membuat para warga jadi percaya akan kebaradaan babi ngepet tersebut.
“Jadi orang percaya tangkap babi telanjang bulat. Itu informasi asli. Yang aneh lagi kok pada percaya,” kata dia.(suara.com)
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluHadapi Puncak Kemarau, PUPR Kalsel Amankan Ketersediaan Air Irigasi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDampak Matinya Ikan Keramba di Karang Intan, Pemkab Banjar dan Relawan Bersihkan Aliran Sungai
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluJelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Banjar Gelar Deklarasi Damai
-
Kota Banjarbaru23 jam yang laluMasuk Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Banjarbaru Cek Kesiapan SRT 2
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPeyusunan Naskah Akademik Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Terima Kunjungan Danlanal Banjarmasin


