Kabupaten Barito Kuala
Bapelitbang Mencatat Kerugian Banjir di Batola Mencapai Ratusan Miliar Lebih
KANALKALIMANTAN.COM,MARABAHAN– Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (BAPELITBANG) Kabupaten Barito Kuala mencatat kerugian paska banjir di Batola mencapai 479 miliar lebih. Inspratuktur seperti jalan hingga jembatan adalah sektor dengan kerugian terbesar di Batola yang kerugiannya tercatat hingga Rp. 336 Miliar lebih.
Data kerugian paska banjir di Batola yang sudah masuk dari berbagai sektor instansi vertikal dan SKPD sudah mencapai 80 persen lebih dengan total kerugian diperkirakan hingga mencapai Rp 479 M lebih.
Dijelaskan Kepala Bapelitbang Batola Zulkipli Yadi Noor, dari berbagai sektor kerugian akibat banjir ini kerugian terbesar sementara ada di Binamarga seperti kerusakan sektor inspratuktur jalan hingga jembatan yang mana nilai kerugian Rp 336 Miliar. Kemudian disusul sektor sumber daya air dengan nilai Rp 97 Miliar.
Sementara itu data kerugian akibat banjir ini kemudian akan direkap ke aplikasi di Bapelitbang Provinsi yang mana dapat dipakai untuk pengambilan kebijakan, baik berupa bantuan dan yang lainnya.
“Hingga sekarang kita masih merekap berapa saja kerugian akibat banjir di Kabupaten Barito Kuala, terbesar ada di Binamarga, namun ini baru 80 persen,” kata orang yang kerap disapa Zul ini.
Adapun pendataan total kerugian yang dilakukan dan diterima dari berbagai sektor oleh Bapelitbang Batola ini sebanyak 50 persennya sudah di input ke provinsi. Yang mana dalam satu minggu kedepan pendataan kerugian akibat banjir ini akan diprediksi rampung hingga 100 persen. (Kanalkalimantan.com/rdy)
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluDua Putra-Putri Terbaik Kalsel Ikuti Pelatihan Paskibraka Nasional 2026
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluDukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Banjar Jadi Responden Perdana
-
Olahraga3 hari yang laluMusprov Luar Biasa Kormi Kalsel Digelar
-
DPRD KAPUAS1 hari yang laluAnggota DPRD Kapuas Dorong Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol
-
DPRD Kota Palangka Raya3 hari yang laluAnggota DPRD Palangka Raya Mendorong Penanganan Kawasan Kumuh
-
HEADLINE2 hari yang laluPuncak Kemarau di Kalsel Diprediksi Terjadi Agustus – September


