HEADLINE
Jalan Gubernur Syarkawi Jadi ‘Bubur’, Ekonomi Warga Ikut Babak-belur!
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Kerusakan parah ruas Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, pasca banjir lalu, tidak hanya berdampak pada kemacetan di beberapa lokasi. Tapi juga berimbas pada sekaratnya penghasilan pedagang yang ada di sepanjang jalan tersebut.
Gara-gara rusak, kini banyak orang enggan melewati jalur ini dan memilih jalur dalam kota Banjarmasin. Akibatnya, beberapa pedagang yang berada di pinggiran jalan Gubernur Syarkawi sepi pembeli.
Siti Halimah (32), salah satu pemilik warung kopi di ruas jalan Gubernur Syarkawi mengatakan, untuk penghasilan bisa dibilang menurun drastis.
“Kalau sebelumnya ya lumayanlah penghasilannya, cukup buat makan sehari-hari. Tapi setelah banjir kemarin dan jalanan nya rusak, sepi dagangan jadinya. Malah kadang dalam sehari bisa tidak ada pembeli,” ucap wanita yang kerap disapa Acil Imah, saat diwawancara Kanalkalimantan.com, Selasa (9/2/2021) siang.

Hal sama disampaikan Muhammad Riyandi (40), pemilik rumah makan. Hingga saat ini, masih bingung memikirkan cara untuk mengatasi penurunan hasil dari dagangan ini.
“Ya seperti ini terus untuk waktu yang lama, ujung-ujungnya kita bisa tutup karena bangkrut. Percuma juga buka warung, tapi pemasukannya minus,” ujarnya.
Tidak hanya para pedagang, para pengguna jalan yang menggunakan sepeda motor juga mengeluhkan rusaknya jalan ini.
Seperti yang dirasakan oleh Rahmadi (36), salah satu warga desa Sungai Jaring, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar mengungkapkan, sangat kesulitan dengan keadaan jalanan yang rusak seperti ini.
“Ya mau bagaimana lagi, ini jalan yang harus saya lewati untuk berangkat kerja, ada jalan lain, tapi lebih jauh. Dari pada kejauhan ya lebih baik lewat sini, tapi ya harus pintar-pintar memilih jalannya biar tidak lengket terkena lumpurnya yang dalam,” ujar pria yang berprofesi sebagai tukang bangunan tersebut.
Rahmadi berharap, agar pemerintah agar segera melakukan perbaikan jalan-jalan yang rusak dan berlumpur itu. “Ya minta tolong lah kepada para pemerintah, agar cepat dibenahi jalanan ini, karena kami para warga yang ada di sekitar jalan ini, sangat kesusahan dengan rusaknya jalan ini. Sebelum banjir saja jalannya sudah rusak, bikin susah kita lewat, apa lagi seperti ini penuh dengan lumpur makin susah dilewati,” pungkasnya.
Sebelumnya, akses jalan ini terbilang lebih cepat bagi yang ingin menuju Kabupaten Barito Kuala (Batola) maupun ke Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Selain itu juga, jalan ini merupakan jalur utama bagi kendaraan yang berbadan besar, seperti truk yang ingin ke arah Batola dan Kalteng maupun sebaliknya.(Kanalkalimantan/Tius)
Reporter: Tius
Editor: Cell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
HEADLINE2 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE3 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi





