Kalimantan Selatan
60 Dokter di Kalsel Terpapar, Kisah dan Risiko Perjuangan di Garis Depan Melawan Covid-19
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pandemi belum selesai. Dan Perjuangan para dokter dan tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas di Kalimantan Selatan (Kalsel), masih akan berlanjut. Meskipun, puluhan dokter kini kini terpapar sebagai konsekwensi bertugas di garis depan melawan Covid-19.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalimantan Selatan mengayakan. saat ini sekitar 60 orang tenaga medis telah dinyatakan terpapar Covid-19. Ketua IDI Kalsel, Dr. dr HM Rudiansyah, SpPD mengatakan, bahkan dari seluruh jumlah tersebut diantaranya sudah meninggal dunia atau gugur. Lantaran terinfeksi oleh Covid-19 yang menyerang saluran pernapasan manusia
“Dari lebih 60 orang tenaga medis yang terpapar Covid-19 tadi, beberapa orang di antaranya telah dinyatakan meninggal dunia lantaran dinyatakan positif Covid-19,” kata Rudiansyah di Banjarmasin, Kamis (23/7/2020).
Ia menjelaskan, tenaga medis yang terpapar tersebut merupakan tenaga medis yang bertugas di berbagai macam fasilitas kesehatan. Seperti di rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik, hingga praktik swasta yang ada di Kalsel.
Baca juga :
Di Bawah ‘Bayang-bayang’ Ketakutan, 3.928 Anak jadi Korban Kekerasan Selama Pandemi Covid-19
Saat ini, para tenaga medis yang terpapar tersebut sedang menjalani isolasi sekaligus perawatan untuk lepas dari jeratan paparan Covid-19. Baik itu menhalani perawatan di rumah sakit, maupun menjalani isolasi mandiri di rumah.
“Mereka yang terpapar virus Covid-19 itu, kini masih ada yang dirawat di rumah sakit dan juga melakukan isolasi mandiri,” imbuh Rudiansyah.
Dokter spesialis ini itu mengaku miris melihat kondisi yang terjadi pada pejuang kemanusiaan yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 saat ini. Pasalnya, dalam setiap menjalankan tugas, khususnya menangani pasien yang terpapar Covid-19, pihaknya sudah menjalankan protokol kesehatan dengan benar
“Padahal kami semua tiap kali menangani pasien selalu mengenakan alat pelindung diri yang lengkap, kita juga bingung kenapa bisa tertular. Mungkin saja disaat pelepasan pemakaian alat pelindung diri, bisa juga dari makanan, ataupun sentuhan dari tempat-tempat yang sudah terkontaminasi,” papar Rudiansyah.
Baca juga :
Sehingga ia mengimbau, kepada seluruh kawan-kawan sejawat yang saat ini tengah berjuang, agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan. Ia sendiri berharap, tidak ada lagi tenaga medis di Kalsel yang terpapar Covid-19, baik itu yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik hingga praktik swasta.
“Semoga mereka para tenaga medis yang saat ini sedang bertugas di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga praktik swasta di Kalimantan Selatan, selalu mendapatkan lindungan kesehatan,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Cell
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Andai Banjarmasin, Tiga Remaja Diringkus Polisi
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHari Kartini 2026 “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”
-
Bisnis2 hari yang laluLPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Jadi Rp228.000 per Tabung
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluKwarcab Gerakan Pramuka HSU Menggelar Rakerda 2026
-
NASIONAL2 hari yang laluPemerintah akan Bangun Yonif TP Setiap Kabupaten dan Kota se Indonesia
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluGubernur Muhidin Apresiasi Pengelolaan Sampah di Banjarbaru






