Kesehatan
5 Varian Baru Virus Corona dari B.1.1.7 hingga N439K
KANALKALIMANTAN.COM – Virus corona dikabarkan berkembang. Pemerintah Indonesia juga mewaspadai kemungkinan penyebaran varian baru virus corona di Indonesia. Berikut varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah Indonesia dan dunia.
Inggris dan negara lain terpaksa menerapkan kembali karantina mandiri untuk mencegah perluasan penyebaran varian baru virus corona tersebut. Beberapa varian atau mutan virus corona itu adalah:
• B.1.1.7 asal Inggris
• B.1.351 dari Afrika
• P.1 dari Brasil
• N439K dari Inggris
• D614G
Saat ini, varian virus B.1.1.7 saat ini telah dilaporkan di 70 negara. Sedangkan virus B.1.351 saat ini dilaporkan telah muncul di 20 negara. Lalu virus P.1 dari Brasil telah dilaporkan di lebih dari 30 negara.
Baca juga: Pendaftaran UTBK-SBMPTN Dibuka, ULM Siapkan Kuota 6.200 Mahasiswa Baru!
Sementara varian baru virus corona N439K telah dilaporkan terdapat di 30 negara. Mutasi Covid-19 D614G sudah mendominasi 78 persen kasus di dunia.
Maka dari itu berikut detail kemunculan varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah Indonesia. Simak ciri-ciri varian baru virus corona tersebut.
B.1.1.7
• Pertama kali muncul di Inggris pada September 2020.
• Telah ditemukan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Indonesia.
• Karakter B.1.17 lebih cepat menular dan dinilai berkaitan dengan peningkatan kematian yang tercatat di negara itu.
B.1.351
• Pertama kali ditemukan di Teluk Nelson • • • Mandela, Afrika Selatan pada awal Oktober 2020 lalu.
• Ditemukan juga di Zambia dan AS. Kasus B.1.351 dilaporkan di Amerika Serikat pada akhir Januari 2021 lalu.
• Mutasi virus ini dicurigai dapat mempengaruhi netralisasi beberapa antibodi. Akan tetapi tidak terdeteksi meningkatkan risiko keparahan penyakit.
P.1
• Ditemukan pada 4 pelancong yang berasal dari Brasil saat berada di Bandara Haneda, Jepang.
• Varian ini terdiri dari protein spike pengikat K417T, E484K, dan N501Y.
• Virus corona P.1 memiliki 17 mutasi unik, termasuk tiga di domain pengikat reseptor protein spike.
• Varian P.1 dapat memengaruhi kemampuan antibodi dalam mengenali dan menetralkan virus.
N439K
• Lebih pintar dari varian sebelumnya.
mutasi terbaru yang terjadi pada protein spike Covid-19.
• Ikatan terhadap reseptor ACE2 di sel manusia lebih kuat.
• Tidak dikenali oleh polyclonal antibody yang terbentuk dari imunitas orang yang pernah terinfeksi.
D614G
• Virus ini 10 kali lebih menular dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
• Mutasi ini yang juga menghantui kawasan New York, Italia, Inggris dan ditemukan di Singapura serta Malaysia.
• Diidentifikasi Januari 2020 di Jerman dan China, lalu Februari 2021 beredar di Eropa dan Amerika.
Demikian varian baru virus corona yang diwaspadai pemerintah, tak hanya Indonesia tapi pemerintah di seluruh dunia. (suara.com)
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
HEADLINE1 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Budaya2 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluBupati Banjar Rotasi Empat Pejabat, Berikut Nama-namanya
-
Bisnis1 hari yang laluTerus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025






