Connect with us

HEADLINE

10 Isu Strategis Banua Didiskusikan Aruh Pemuda 2025  

Diterbitkan

pada

Pembukaan Aruh Pemuda 2025 inisiasi BASAkalimantan Wiki di BPMP Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Rabu (30/7/2025). Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ratusan pemuda pelajar dan akademisi terpilih berkumpul dalam kegiatan Aruh Pemuda 2025 yang digelar dua hari, Rabu-Kamis, 30-31 Juli 2025, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hari pertama kegiatan dibuka Gubernur Kalsel yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Dinansyah diikuti 200 lebih peserta yang dijaring khusus oleh BASAkalimantan Wiki (BkW).

Mereka mendiskusikan 10 isu strategis kekinian dan masa depan Banua -Kalimantan Selatan-. Para peserta Aruh Pemuda 2025 bersuara menyampaikan ide, gagasan, serta keresahan yang menjadi permasalahan di Banua.

Baca juga: Ombudsman RI Nobatkan Kelurahan Mentaos Kelurahan Bebas Maladministrasi 

Hudan Nur, Koordinator BASAkalimantan Wiki mengatakan, sebelumnya pihaknya menghimpun 10 isu strategis yang saat ini menjadi masalah khususnya di Kalsel.

“Ini adalah Aruh Pemuda yang pertama dilaksanakan oleh BASAkalimantan Wiki. Peserta awalnya ada 400-an, kemudian kami jaring lewat CV, cek media sosial, akhirnya terjaring 200 lebih,” ujar Hudan Nur saat diwawancarai awak media, Rabu (30/7/2025).

Melalui sesi diskusi, para peserta dari pemuda, pelajar, akademisi, hingga perwakilan pemerintah dikumpulkan dan dibagi menjadi sepuluh kelompok untuk membahas isu yang dibawa.

“Pada sesi besok diskusi peserta, satu kelompok akan membahas satu masalah yang sudah dipilih para peserta pada saat penjaringan. Membahas masalah dan solusinya seperti apa, hingga aksi nyatanya seperti apa,” jelas dia.

Baca juga: Kajari Banjar Siap Dukung Program dan Visi Misi Bupati

Setelah kegiatan dirinya berharap peserta yang hadir dapat dapat membentuk Dewan Pemuda Kalimantan yang tujuannya adalah mengimplementasikan hasil kegiatan Aruh Pemuda 2025 selama dua hari.

Hudan Nur menyebut salah isu strategis yang diangkat seperti peningkatan kapasitas keterampilan lewat AI, permasalahan terkait kesehatan mental juga menjadi isu prioritas.

“Dari Aruh Pemuda 2025 ini kami akan memilih 4 isu prioritas yang akan kami laksanakan dalam kegiatan yang dinamai Wikithon Partisipasi Publik,” katanya.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Kader untuk Dorong Produk Desa Masuk Ritel Modern, TP PKK Banjar Gelar Pelatihan

“Dari satu isu akan dilakukan lomba berpendapat. Kita harapkan ada respon setiap peserta memberikan bagaimana solusi permasalahan isu tersebut. Setelah itu akan dipertemukan pemenang lomba Wikithon dengan pemangku kebijakan dan kepentingan dalam dialog kebijakan publik,” ungkapnya.

Melalui dialog kebijakan publik, kata Hudan, akan menghasilkan police brief. Dimana semua yang terlibat dapat mengimplementasikan aksi untuk mengurangi permasalahan atas isu yang dibawa.

Baca juga: PLN dan BINDA Kaltim Perkuat Sinergi Demi Keandalan Listrik Sambut Hari Kemerdekaan

Albi Tamim, siswa kelas XI SMAN 1 Banjarmasin, tujuh orang yang dipilih oleh sekolahnya untuk mengikuti kegiatan Aruh Pemuda 2025 selama dua hari.

Albi mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini sebagai bentuk dirinya melestarikan budaya di Indonesia yang beragam khususnya di Kalimantan Selatan.

“Tentunya dengan niat saya untuk melestarikan budaya banjar yaitu Bahasa Banjar, kami sebagai pemuda sadar bahwa budaya itu harus dilestarikan karena ini lah jiwa kita semua, kita hidup di negara Indonesia yang punya beragam dan banyak kultur bahasa dan budaya yang tentu harus kita lestarikan,” ujar Albi Tamim.

Kegiatan diskusi yang dikuti dirinya berharap pemuda-pemuda Banua sadar untuk dapat melestarikan budaya.

“Karena itu unsur pembangun kita yang merupakan pemersatu bangsa. Harapan saya pemuda bisa lebih sadar akan Indonesia dan Kalimantan, kita harus bangga kita mempunyai budaya yang beragam dan kita ahrus bisa melestarikan budaya tersebut,” tutup Albi. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca