Connect with us

Ekonomi

Tren Positif Iklim Investasi di Banjarbaru, 2025 Catat Rp1,029 Triliun

Diterbitkan

pada

Berdasarkan data DPMPTSP Kota Banjarbaru realisasi investasi di ibu kota Provinsi Kalsel pada tahun 2025 mencapai Rp1,029 triliun. Foto: medcenbjb

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Iklim investasi Kota Banjarbaru menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, realisasi investasi di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini pada tahun 2025 mencapai rekor tertinggi yakni menembus angka Rp1,029 triliun.

Angka tersebut jauh melampaui target Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru yakni sebesar Rp410 miliar dan target Pemerintah Provinsi Kalsel sebesar Rp710 miliar.

Kepala DPMPTSP Kota Banjarbaru, Bambang Supriyanto menyebutkan, pencapaian tersebut berasal dari 133 proyek Penanaman Modal Asing (PMA) dengan nilai realisasi US$45,7 juta dan 2.271 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp984,1 miliar.

Baca juga: Inovasi Jemput Bola untuk Kesejahteraan Sosial di Pelosok Kecamatan Halong

“Presentase kenaikan terhadap target kota mencapai 251,20 persen, sedangkan terhadap target provinsi sebesar 144,98 persen,” sebut Bambang.

Sementara Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran instansi terkait. Pencapaian investasi senilai Rp1,029 triliun ini disebutkannya sebagai sejarah baru bagi Kota Idaman.

“Ini menunjukkan kepercayaan investor sangat tinggi terhadap iklim investasi kita,” ujar Wali Kota Lisa, Rabu (21/1/2026).

Wali Kota Lis Halaby meminta kembali dilakukan pemetaan sektor-sektor penyumbang investasi terbesar, seperti jasa, perdagangan, maupun infrastruktur. Data tersebut dinilai penting untuk menentukan fokus investasi pada tahun 2026.

Baca juga: Satgas PKH Ambil Alih 1.699 Hektare Lahan Tambang Eks PT AKT di Murung Raya

Lis juga meminta agar instansi terkait memastikan lonjakan nilai investasi ini memberikan dampak langsung bagi pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi investasi.

Menurut Wali Kota Lisa, publikasi pencapaian realisasi investasi perlu dioptimalkan guna menarik minat investor yang lebih luas. “Baik melalui media massa maupun media sosial resmi pemerintah kota,” sebutnya.

Wali Kota berharap dinas terkait terus meningkatkan pelayanan perizinan berbasis digital. “Hal ini agar tren positif ini tetap terjaga dan meningkat di tahun berjalan saat ini,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca