Tim Inafis Olah TKP, Transpuan Pengelola Salon Korban Pembunuhan? - Kanal Kalimantan
Connect with us

Hukum

Tim Inafis Olah TKP, Transpuan Pengelola Salon Korban Pembunuhan?

Diterbitkan

pada

Polisi melakukan oleh TKP di tempat meninggalnya pengelola salon Agnes Foto: mario

BANJARMASIN, Jajaran Inafis Polresta Banjarmasin melakukan olah TKP di lokasi tewasnya seorang transpuan bernama Agnes (nama aslinya: Subahan) di salon di Jl A Yani Km 5,5, Kompleks Satdion Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (26/11) pukul 03.00 Wita. Polisi mencoba mencari dan melacak sidik jari di TKP.

Pantauan di lokasi kejadian, beberapa anggota Inafis Polresta dibantu petugas Polres Banjarmasin Selatan berada di kamar tempat Agnes meninggal. Memang belum bisa dipatikan, apakah yang bersangkutan meninggal akibat sakit, atau menjadi korban pembunuhan.

Dari informasi yang dihimpun Kanalkalimantan.com, Agnes merupakan seorang transpuan. Nama aslinya adalah Subahan. Ia seorang lulusan SMA Barabai. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan luka di bagian dada dan saat ditemukan korban menggunakan pakaian hitam dengan selimut berwarna merah muda.

Mayat sudah berada di kamar mayat RSUD Ulin dan saat ini diduga sebagai korban pembunuhan. Pada saat ditemukan, ada beberapa luka di sekitar dada korban dan hingga saat ini masih diselidiki penyebabnya.

Menurut pria yang sering dipanggil abah Sherly ini ia mendengar informasi bahwa teman Agnes saat itu akan menjemputnya untuk pulang kampung ke Barabai subuh itu. Namun saat temannya masuk ke salon, mayat Agnes sudah ditemukan tak berdaya.

Ia juga menambahkan bahwa Agnes Salon ini sudah berdiri selama 3 tahun dan menurut kabar dari para warga yang berjualan di sekitar salon tersebut mereka tidak mendengar bahwa ada tanda-tanda keributan saat malam sebelum mayat korban ditemukan.

Abah Sheryl sendiri mempunyai usaha fotokopi di dekat Agnes Salon. Sayangnya CCTV miliknya tidak bisa dijadikan bantuan penyelidikan karena tidak menjangkau daerah sekitar Agnes Salon.

Abdul Halim (50), ia bekerjaa sebagai tukang tambal ban tepat di seberang Agnes salon. Ia sangat mengenal korban dan menurutnya korban sangat sering berolahraga. Abdul terakhir kali melihat korban beraktivitas pada hari Sabtu pagi. “Dia orangnya tinggi. Biasanya dia jogging sampai ke daerah SPBU,” katanya.

Pada hari Sabtu (24/10) jam 10 pagi, Abdul menyaksikan dan sedikit mencurigai satu orang pria yang berusia sekitar 22 tahun dan tinggi 160-an cm memasuki Agnes salon. Pria itu menggunakan beat merah. “Orang kalo niat potong rambut kan duduk di kursi saja. Tapi ini masuk sampai ke dalamnya (yang bukan ruang salon) lagi. Sudah saya tegur tapi tidak digubris” terangnya.

Sejauh ini di tempat kejadian perkara, terdata ada satu buah handphone dan kendaraan scoopy yang hilang. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 28
    Shares