Kabupaten Banjar
Terungkap Kematian 11 Ekor Sapi di Astambul Karena Diracun
MARTAPURA, Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Banjar menyimpulkan kematian 11 ekor sapi dua bulan lalu di Kecamatan Astambul dan Mataraman, Kabupaten Banjar, akibat diracun.
Kepala Disnakbun Kabupaten Banjar Ir Dondit Bekti mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan sampel di laboratorium, tidak didapati fakta yang mengarah pada penyakit tertentu atau penyakit berbahaya lainnya pada beberapa sapi tersebut.
“Setelah dilakukan pemeriksan sample di lab tidak ada hasil penyakit, sebaliknya justru ditemukan adanya indikasi kuat kematian sapi-sapi di Mataraman tersebut akibat diracun orang yang tidak bertanggung jawab,†ujarnya.
Terkait adanya petunjuk unsur kesengajaan peracunan sapi-sapi tersebut, Dondit mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengusut kasus tersebut.
“Karena itu sudah mengarah ke unsur pidana, sekarang sedang ditangani polisi,â€Â ucapnya.
Sebelumnya, paska ditemukan beberapa ekor sapi yang mati di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul, Disnakbun Kabupaten Banjar minta masyarakat tidak perlu takut dan resah mengonsumsi daging sapi.
Untuk menguatkan diagnosa, pihaknya mengambil sampel darah untuk tes laboratorium, sampel tersebut diambil dari sapi yang masih ada, bukan dari sampel sapi yang mati.
“Awalnya kami mengarah kepada penyakit Jembrana, tetapi fakta di lapangan, sapinya bukan sapi Bali melainkan hasil silang Bali dengan Peranakan Ongole (PO),†jelasnya. (rendy)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluIni Aturan Warung Makan Selama Ramadan di Banjarmasin
-
HEADLINE3 hari yang laluStadion Internasional di Landasan Ulin Barat, Lahan 28,7 Hektare Disiapkan
-
HEADLINE2 hari yang laluHendak Tawuran, 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBerbagi Semangat Mengaji dengan Dansatgas TMMD di TPA Al Ikhlas
-
Kabupaten Balangan2 hari yang lalu“Bakawaan Season 1” Perkuat Kolaborasi Ekosistem Ekraf Balangan
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluBanjarmasin Masih ‘Darurat Sampah’, Dorong Pengolahan Sampah Organik Mandiri


