Kota Banjarbaru
SPPG Penyedia Menu Belatung Belum Jelas Tutup atau Lanjut
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Nasib Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara 1 di Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, masih menjadi tanda tanya.
Pasca dilaporkan dugaan penyaluran sebagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ada belatung pada Jumat (24/10/2025), kondisi SPPG itu terpantau masih belum ada aktivitas maupun pernyataan resmi baik dari pemilik dapur maupun kepala dapur.
Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru mengungkap bahwa SPPG tersebut telah mendaftarkan surat layak Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).
Baca juga: Temuan MBG Belatung, SPPG Landasan Ulin Utara 1 Ditutup

Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina. Foto: wanda
Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina menyebut, pada 4 Oktober pihaknya menyelenggarakan pelatihan bimbingan teknis pengamanan pangan siap saji untuk 20 SPPG yang tersebar di Banjarbaru.
“Salah satunya yang SPPG Landasan Ulin Utara, mereka langsung mendaftarkan untuk mendapatkan SLHS, tetapi ada tiga syarat untuk mendapatkannya,” ujar Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr Juhai Trianti Agustina, Rabu (29/10/2025) siang.
Dia menyebutkan syarat SLHS bisa diterbitkan, suatu SPPG harus melaksanakan pelatihan keamanan pangan, inspeksi kesehatan lingkungan dan pemeriksaan sampel air dan makanan.
Pada Senin (27/10/2025), SPPG Landasan Ulin Utara 1 dijadwalkan untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan dan air.
Baca juga: Muslih Ditemukan Meninggal Dunia dalam Parit di A Yani Km 18 Liang Anggang
“Tetapi karena ada kasus penutupan, maka kemarin sementara belum dilakukan atau tidak bisa dilakukan. Untuk selanjutnya kita menunggu arahan dari Koorwil,” ungkapnya.
Dinkes Banjarbaru tengah berkoordinasi dengan SPPI dan BGN Korwil Banjarbaru untuk pelaksanaan pemeriksaan sampel air dan makanan tersebut.
“Kita sudah koordinasi dengan BGN melalui Koorwil Banjarbaru, direncanakan akan dilakukan pengambilan sampel ke SPPG tersebut,” kata dia.
Adapun penyebab adanya belatung pada makanan siap saji telah dikomfirmasi dan dijelaskan oleh Koorwil Banjarbaru dan petugas gizi di SPPG tersebut.
“Kalau untuk kondisinya bagaimana, yang lebih tahu itu dari SPPI-nya yang bisa menjelaskan. Namun untuk prosesnya kepada penerima manfaat zero tolerance, atau nol toleransi ya,” jelasnya.
Baca juga: 1.295 Atlet Banjarbaru Siap Sapu Bersih Medali Porprov XII Kalsel

Ia kembali mengimbau kepada seluruh SPPG di Banjarbaru dapat menjaga kehigienisan proses memasak dari awal hingga makanan layak dimakan.
Sementara menurut pantauan SPPG yang terletak di pinggir jalan tersebut didapati sepi tanpa ada aktivitas meski ada dua unit sepeda motor roda dua dan sebuah mobil hitam terpakir di halamannya beserta satu unit mobil operasional MBG.
Beberapa kali SPPG tersebut sempat disambangi sejumlah orang yang mengaku sales menawarkan supplier makanan dan air minum. Namun, kedatangan mereka tak dihiraukan dari dalam SPPG. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE18 jam yang laluBanjarmasin Kota Tak Ramah Pejalan Kaki, Ada Trotoar Tapi ‘Jadi-jadian’
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluAksi Kamisan Banjarbaru Soroti Ulah Aparat Polisi Rampas Nyawa Warga
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluRencana Bangun Pelabuhan Mekar Putih di Jalur Pelayaran Internasional
-
Lifestyle3 hari yang laluTalitha Fatimah Rahma Wakil Kalsel Ajang Putri Indonesia 2026
-
kampus3 hari yang lalu“Reset Indonesia” Mengungkap Akar Masalah Indonesia, Buka Nalar Kritis
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluSejarah Hari LSM Sedunia 27 Februari

