Connect with us

Kota Banjarmasin

Sekolah di Banjarmasin Terdampak Banjir Rob Diberlakukan PJJ

Diterbitkan

pada

Kadisdik Banjarmasin, Ryan Utama meninjau banjir rob di SMPN 18 Banjarmasin di Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Minggu (4/1/2026) malam. Foto: fahmi

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Sejumlah sekolah atau satuan pendidikan di Kota Banjarmasin dilaporkan tergenang banjir rob yang puncaknya terjadi, Minggu (4/1/2026) malam. Menanggapi laporan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama meninjau sekolah-sekolah yang terdampak banjir rob dari sore hingga malam hari.

Total ada 7 satuan pendidikan yang didatangi, antara lain 2 Sekolah Dasar (SD) dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur dan. Kecamatan Banjarmasin Selatan.

Beberapa hal yang dilihat seperti ketinggian air dan seberapa lama air bertahan, serta pengamanan aset-aset sekolah kala banjir pasang datang.

Baca juga: Banjir Rob di Banjarmasin: Ratusan Sepeda Motor Mogok, Ambil Jalur Trotoar

“Jadi untuk ruang sekolah yang rendah dan bisa dimasuki air itu pengamanan aset di dalamnya, seperti buku dan lainnya,” kata Ryan.

Hasil pengamatan lapangan, Ryan menyebut ketinggian air di sekolah rata-rata mencapai mata kaki sampai yang tertinggi mencapai lutut.

“Contohnya di SMP Negeri 22 akses menuju sekolah sampai kedalaman air itu mencapai lutut,” ungkap Kadisdik Banjarmasin.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kepada seluruh Kepala Satuan Pendidikan se Kota Banjarmasin, bagi sekolah dan rumah peserta didik yang terdampak banjir diberlakukan penyesuaian kegiatan belajar mengajar dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Baca juga: Hari Kowal 5 Januari, Sejarah Singkat Berdiri

Ryan menambahkan, apabila sekolah tidak terdampak banjir rob tetapi rumah siswa masih terdampak tetap diberlakukan PJJ dengan alasan keamanan.

“Tadi ada sekolah yang tidak terdampak, tapi rumah para muridnya terdampak, takutnya kalau ke sekolah terganggu dengan banjir rob, bisa mogok atau jatuh berkendaraan,” jelasnya.

Penyesuaian tidak memiliki masa berlaku karena bergantung kepada kondisi banjir rob pada masing-masing sekolah.

Satuan pendidikan baru bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka apabila kondisi sudah kembali normal, atau dengan kata lain sekolah maupun tempat tinggal siswa sudah tidak terdampak banjir rob.

Baca juga:Mensos RI Pastikan Penanggulangan Banjir Kalsel Sama dengan di Sumatera

“Artinya keputusan diserahkan ke sekolah tapi sekolah laporan ke Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin,” pungkas Ryan. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca