Connect with us

Infografis Kanalkalimantan

Sejarah Hari LSM Sedunia 27 Februari

Diterbitkan

pada

LSM dapat beroperasi dalam berbagai sektor, atau tingkatan, selama didirikan oleh warga sipil atas nama kepentingan umum. Grafis: rideka/kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM – Setiap tanggal 27 Februari diperingati sebagai Hari LSM Sedunia untuk menghargai kerja tanpa lelah dan penuh kepedulian yang dilakukan oleh organisasi non-pemerintah (LSM) di seluruh dunia dalam memerangi kemiskinan dan ketidaksetaraan.

Organisasi non-pemerintah atau yang dikenal sebagai LSM, memainkan peran penting dalam mewujudkan dunia yang sehat, aman, dan adil. Organisasi-organisasi ini mengisi kesenjangan penting dalam layanan, mengadvokasi populasi rentan, dan menanggapi krisis di mana pemerintah atau entitas swasta mungkin tidak mampu atau tidak mau bertindak. Pekerjaan mereka memastikan bahwa bantuan kemanusiaan, perawatan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi menjangkau mereka yang membutuhkan, khususnya di zona konflik, daerah yang dilanda bencana, dan komunitas yang terpinggirkan.

Inisiatif lokal, berkelanjutan, dan jangka panjang memungkinkan LSM untuk membangun komunitas global yang kuat melalui tindakan praktis yang memprioritaskan kebutuhan manusia di atas agenda diplomatik, politik, atau ekonomi. LSM memberdayakan masyarakat sipil global untuk memobilisasi respons krisis dengan cara yang mungkin tidak mau atau tidak mampu dilakukan oleh pemerintah atau entitas sektor swasta.

Baca juga: Aksi Kamisan Banjarbaru Soroti Ulah Aparat Polisi Rampas Nyawa Warga

 

LSM Saat Ini

Istilah “organisasi non-pemerintah” pertama kali digunakan pada tahun 1945, sekitar waktu berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mendefinisikan dan membedakan keberadaan entitas masyarakat sipil dari kelompok swasta yang mencari keuntungan dan badan-badan pemerintah. Namun, organisasi sipil sebenarnya sudah ada jauh sebelum berdirinya PBB.

Hari LSM Sedunia awalnya dicetuskan pada tahun 2009 oleh Marcis Liors Skadmanis, seorang wirausahawan sosial. Namun, hari ini pertama kali diperingati pada tanggal 27 Februari 2014. Hari ini ditetapkan untuk menghormati semua organisasi nonpemerintah dan nirlaba, untuk mengakui dampak mereka terhadap dunia.

Peringatan ini secara resmi ditetapkan pada tahun 2010 oleh 12 negara anggota Forum LSM Laut Baltik, yang diakui sebagai mitra Dewan Negara-negara Laut Baltik. Namun, peringatan ini baru mendapat pengakuan internasional pada tahun 2014 oleh Uni Eropa, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi internasional lainnya.

Baca juga: 5 Fungsi Manajemen Pemasaran yang Menentukan Keberhasilan Bisnis

LSM telah didefinisikan oleh Departemen Komunikasi Global Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai organisasi yang merupakan “kelompok warga negara sukarela nirlaba yang dibentuk di tingkat lokal, nasional, atau internasional untuk menangani berbagai isu demi kepentingan publik.” Meskipun LSM sudah ada sejak abad ke-18, nama organisasi non-pemerintah diciptakan oleh Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 1945, Pasal 71. Organisasi nonpemerintah juga disebut sebagai organisasi masyarakat sipil (C.S.O.), organisasi nirlaba (N.P.O.), organisasi keanggotaan, dan organisasi amal.

LSM dapat beroperasi dalam berbagai sektor, atau tingkatan, selama didirikan oleh warga sipil atas nama kepentingan umum. Isu-isu kemanusiaan seperti kelaparan, kemiskinan, dan kekerasan adalah isu-isu yang melampaui batas negara.

Menurut Bank Dunia, ada dua jenis LSM. Yaitu LSM operasional dan LSM advokasi. Yang pertama berfokus pada perancangan dan pelaksanaan proyek-proyek yang terkait dengan pembangunan sementara LSM advokasi mempromosikan tujuan-tujuan khusus yang berdampak pada kebijakan publik.

Baca juga: Talitha Fatimah Rahma Wakil Kalsel Ajang Putri Indonesia 2026

Mengutip laman NGO feed, tema Hari LSM Sedunia 2025 adalah “Memberdayakan Gerakan Akar Rumput untuk Masa Depan yang Berkelanjutan”. Tema ini menyoroti peran penting lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam mempromosikan dan meningkatkan keberlanjutan global. Tujuan pembangunan berkelanjutan tidak dapat dihindari karena perannya yang semakin penting dalam mengungkap berbagai masalah yang dihadapi saat ini. (Kanalkalimantan.com/kk)

Reporter: kk
Editor: bie

 


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca