Connect with us

VOA

Sedotan Stainless dan Bambu Kini Naik Daun

Diterbitkan

pada

Pemasaran Perkumpulan Pelaku Usaha Bambu Indonesia (Perpubi) Aseh Badranaya menunjukkan sedotan bambu yang dia pasarkan dalam festival 'Bambu is Wonderful' di Bandung, Jawa Barat, Senin (26/11/2018) siang. Foto: VOA/Rio Tuasikal
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Sedotan plastik termasuk sepuluh besar sampah yang mencemari lautan. Karenanya sejumlah pihak, termasuk restoran, kini berhenti menyediakan sedotan plastik dan mendorong masyarakat untuk menggunakan sedotan ramah lingkungan. Apa saja sedotan yang ramah lingkungan itu dan di mana bisa didapatkan?

Mencari alternatif pengganti sedotan plastik gampang-gampang susah. Kita bisa memilih sedotan logam tahan karat (stainless) atau sedotan bambu. Namun rupanya masyarakat masih kesulitan mendapatkan produk tersebut.

Menurut penggagas Zero Waste Warriors, Zeiny Sofiani, sedotan stainless harganya mahal dan belum tersedia luas sehingga orang jadi malas beralih ke sedotan ramah lingkungan itu. Tapi gerakan yang dipimpinnya kini menawarkan sedotan stainless dengan harga bersahabat.

“Aku tujuannya memfasilitasi teman-teman untuk memulai perubahan. Jadi aku cari harga yang paling murah biar orang-orang nggak malas untuk memulai perubahan itu. Nggak susah kok, gampang kok mendapatkannya,” jelas lulusan pendidikan biologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini.

Gerakan yang berbasis di Bandung, Jawa Barat, ini menawarkan sedotan dari harga 10 ribu sampai 18 ribu tergantung warnanya. Harga ini hanya sepertiga dari harga sedotan stainless yang sudah banyak dipasarkan di toko-toko daring.

Zero Waste Warriors Pasarkan Sedotan Stainless Lewat Instagram dan Jastip. Zero Waste memasarkan produknya lewat Instagram @zzerowaste_warriors dan membuka jasa titip (jastip) untuk kota Solo dan Yogyakarta. Zeiny menjelaskan, dia juga akan menjual produknya di tiga kedai kopi yang bekerjasama dengan gerakannya itu.

“Ke depan nya Zero Waste Warriors bisa didapatkan secara offline di coffee shop terdekat. Untuk mempermudah orang menjangkau produk kita, biar orang tuh nggak malas. Kan ada beberapa yang malas ….aduh harus COD atau kirim,” paparnya lagi.

Ke depannya, Zero Waste Warriors akan mengembangkan produk-produk lain supaya masyarakat tidak perlu menggunakan plastik lagi.

“Karena plastik ini tuh benar-benar masalah besar. Mereka tidak bisa diurai secara cepat, mereka cuma dipakai beberapa detik tapi berada di bumi sangat lama. Korbannya adalah makhluk hidup lain yang mereka tidak tahu bahwa plastik berbahaya bagi mereka,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Jeje ini.

Diver Clean Action: Warga Indonesia Gunakan 93 Juta Sedotan Plastik Setiap Hari

Komunitas lingkungan Diver Clean Action mencatat, masyarakat Indonesia menggunakan 93 juta sedotan plastik setiap harinya. Setiap orang rata-rata menggunakan 1 sampai 2 sedotan per hari, yang bisa berasal dari restoran, minuman kemasan, dan sumber lainnya.

Sedotan dan plastik lainnya kebanyakan jadi sampah yang terbawa ke laut. Akibatnya, banyak hewan laut yang secara tak sengaja memakan sampah plastik dan akhirnya mati. Seperti misalnya seekor paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, yang ditemukan tewas 11 November lalu dengan enam kilogram sampah plastik di perutnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Bagikan berita ini!