Kota Banjarmasin
Satpol PP Banjarmasin Bakal Tertibkan Warung Sakadup dan Manusia Gerobak Selama Ramadhan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarmasin, bakal menindak warung makan atau biasa disebut warung sakadup yang buka di siang hari, serta manusia gerobak yang sering mangkal di pinggir jalan selama ramadhan.
Hal tersebut, dilakukan karena sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Ramadhan nomor 4 tahun 2005 tentang larangan kegiatan pada bulan ramadan. bahwa keberadaan warung makan di siang hari sejatinya dilarang untuk buka.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, mengatakan bakal ada dua sanksi yang bisa diterapkan. Pertama, tindak pidana ringan atau tipiring serta dilakukan penertiban.
“Untuk penertiban, akan dilihat lagi atau menyesuaikan kondisinya di lapangan,” ujarnya.

Muzayyin menjelaskan, larangan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat khususnya umat muslim di Kota Banjarmasin, bisa lebih berkonsentrasi menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini.
“Untuk makan minum dibatasi, jangan berada di depan orang banyak atau di tempat terbuka. Termasuk kemudian rumah makan operasionalnya mulai sore sampai malam. Dan subuh untuk sahur,” jelasnya.
Tidak hanya itu, aturan itu juga sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin.
Bukan hanya warung sakadup, Muzaiyin juga menyoroti akan adanya manusia gerobak yang umumnya bermunculan di bulan Ramadhan. Dengan itu, pihaknya pun akan memberikan sanksi tegas.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya akan mengkoordinasikan lagi dengan instansi terkait, tentang eksekusi nantinya di lapangan. “Kita akan tertibkan juga, dan kami upayakan bisa maksimal pelaksanaannya,” tegasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Mukhyar menjelaskan, larangan tersebut dimaksudkan agar terciptanya kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah puasa bagi umat muslim.
Lalu apakah ada tindakan bagi pengelola tempat makan yang terbukti melanggar, Ia mengaku akan memberikan tindakan melalui Satpol PP Kota Banjarmasin.
“Kalau ada yang membandel maka akan ditindak oleh Satpol-PP. Ada sanksi yang dikenakan kepada mereka yang melanggar,” pungkasnya.
Dari data yang dihimpun, sanksi yang dikenakan jika melanggar Perda Larangan Kegiatan selama ramadan tersebut bakal dikenakan ancaman pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 50 Juta. (Kanalkalimantan/Tius)
Editor : Cell
-
HEADLINE2 hari yang laluSepekan Cuaca Kalsel Cerah Berawan, Ada Potensi Hujan Ringan Lokal
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara21 jam yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluPemkab Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluTindaklanjuti Laporan Masyarakat, Satpol PP tertibkan Pedagang di Jalan Sekumpul
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluKalak BPBD Kapuas: Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan 14 Hari ke Depan
-
Kabupaten Balangan3 hari yang laluPemkab Balangan-Kejari Sinergi dalam Bantuan Hukum dan Tata Usaha Negara


