Connect with us

Kabupaten Kapuas

Kalak BPBD Kapuas: Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan 14 Hari ke Depan

Diterbitkan

pada

Pemkab Kapuas memperpanjang status tanggap darurat bencana Karhutla dan kekeringan hingga 14 hari ke depan. Foto : ags

KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas Kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan selama 14 hari ke depan.

Perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut terhitung mulai 30 September hingga 13 Oktober 2026.

“Perpanjangan kembali masa tanggap darurat tersebut karena mempertimbangkan situasi Karhutla dan kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kapuas,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas, Pangeran S Pandiangan.

Baca juga : Pemkab Kapuas Perpanjang Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan

Hal itu disampaikan setelah menghadiri rapat evaluasi tanggap darurat bencana Karhutla dan kekeringan di Pos Komando Tanggap Darurat Karhutla dan lekeringan Kabupaten Kapuas, Selasa (29/9/2026) siang.

Rapat dipimpin oleh Wakil Bupati Kapuas Dodo diikuti sejumlah kepala perangkat daerah setempat, unsur Forkopimda, serta camat se Kabupaten Kapuas.

Kalak BPBD Kapuas mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir September hanya terdapat hujan dengan intensitas kecil di beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas. Hujan dengan intensitas tinggi diprakirakan baru akan terjadi pada akhir November 2026.

Baca juga : Layanan Tukar Valas dari BRI Money Changer, Kini Lebih Mudah dan Lebih Dekat

Oleh karena itu, kata Pangeran S Pandiangan, diputuskan untuk melanjutkan kembali status tanggap darurat bencana Karhutla dan kekeringan ini selama 14 hari ke depan.

Kalak BPBD Kapuas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini berada di lapangan dan menjadi ujung tombak dalam penanganan Karhutla.

Dia mengingatkan seluruh petugas untuk tetap menjaga kesehatan, karena harus berhadapan langsung dengan api dan asap selama proses pemadaman. (Kanalkalimantan.com/ags)

Reporter : ags

Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca