Connect with us

HEADLINE

Sambut ‘Dingin’ Kehadiran Nadjmi-Jaya ke Golkar, Elite Beringin Pilih Rapat Fraksi di Dewan

Diterbitkan

pada

Nadjmi-Jaya saat mendaftar di Partai Golkar Banjarbaru Foto: rico

BANJARBARU, Kuatnya aroma persaingan tercium di Golkar Banjarbaru. Tarung dua kader berebut legitimasi partai di Pilkada 2020, menjadikan polarisasi begitu terasa. Kedatangan incumbent Nadjmi Adhani—yang juga kader Golkar, bersama pasangannya Darmawan Jaya Setiawan guna mendaftar di partainya, ternyata mendapat sambutan ‘dingin’ elite beringin.

Jajaran pengurus inti Partai Golkar, termasuk Ketua DPD Golkar AR Iwansyah, memilih menghadiri rapat fraksi dan syukuran pelantikan di DPRD Banjarbaru. Begitu pula Ketua Tim Penjaringan Iriansyah Ghani.

Nadjmi-Jaya yang datang bersama ratusan relawan pendukungnya ke Partai Golkar pukul 15.20 Wita, hanya diterima Wakil Ketua Tim Penjaringan Sayuti, Sekretaris Tim Penjaringan Ahmad Rivani, dan beberapa kader lain.

Kepada tim penjaringan, Nadjmi-Jaya menyerahkan berkas pendaftaran yang sebelumnya diambil salah satu pendukungnya dari DHC 45 Banjarbaru. Usai diperiksa, berkas pendaftaran Nadjmi-Jaya dinyatakan lengkap.

“Alhamdulillah, setelah tadi diterima di Nasdem, saat ini kita juga pada hari ini menyelesaikan proses pendaftaran Golkar Banjarbaru. Terima kasih kami ucapkan kepada para pengurus parpol yang telah menerima kedatangan kami untuk menyerahkan formulir pendaftaran,” kata Nadjmi, Rabu (9/10).

Baca: Antar Formulir ke Nasdem dengan Berjalan Kaki, Nadjmi-Jaya Diikuti Ratusan Relawan

Untuk Golkar, Nadjmi berharap partainya dapat mengusung dirinya bersama Darmawan Jaya Setiawan. Meski dari pasangan penantang juga ada sosok Iwansyah yang juga kader Golkar, namun ia percaya diri dengan posisinya sebagai Walikota incumbent, bisa lebih menguntungkan secara politik bagi partai. “Kami berharap Golkar dapat mengusung kader yang berada di papan satu. Kalau bisa mengusung kader di papan satu (Walikota, Red), kenapa harus mengusung di papan dua (Wakil Walikota),” selorohnya.

Terkait hadirnya ratusan relawan bersamanya, Nadjmi mengatakan hal tersebut spontanitas. Sebelumnya, rombongan ini juga mengikuti pendaftarannya ke Partai Nasdem. “Rencana awal cuma 20 relawan saja. Gak tau tiba-tiba banyak begini. Nggak enak kalau gak kita terima. Dukungan para relawan ini membangkitkan semangat dan moril kami untuk tetap solid dan kompak maju pada Pilwali Banjarbaru 2020,” tegasnya.

Sementara itu, dikonfirmasi ketidakhadirannya saat pendaftaran incumbent, Ketua DPD Golkar Banjarbaru AR Iwansyah yang juga maju sebagai bacalon Wakil Walikota berpasangan dengan Aditya Mufti Arifin ini mengatakan, telah menyerahkan semua urusan pendaftaran ke tim penjaringan.

“Karena saya juga maju sebagai calon, maka sejak awal saya serahkan mekanisme penjaringan pada tim. Karena saya juga menjadi kandidat,” ungkapnya kepada Kanalkalimantan.com.

Disamping itu, kebetulan pada saat yang sama juga ada agenda rapat fraksi dan syukuran atas pelantikan DPRD Banjarbaru di dewan. “Jadi kami tidak bisa datang,” jelasnya.

Lalu, apakah sikap dingin penyambutan pendaftaran incumbent ini menandakan bahwa elite Golkar tidak merespons lamaran Nadjmi-Jaya?

Hal ini masih belum bisa ditentukan. Sebab yang memiliki kewenangan menentukan kandidat nantinya adalah DPP Partai Golkar, setelah melalui sejumlah proses. Mulai penjaringan, penyaringan, survei popularitas, hingga fit and propper test.

Tidak mudah bagi Partai Golkar untuk memutuskan kemana berlabuh. Sebab, dari pasangan penantang juga ada sosok yang memiliki peran penting di tubuh Golkar selama ini, yaitu AR Iwansyah.

Iwansyah yang berpasangan dengan Aditya Mufti Ariffin, sebagai Balon Wakil Walikota Banjarbaru memiliki kedekatan emosional dengan partai ketimbang Nadjmi. Apalagi, Iwansyah yang juga merupakan kedua DPD Golkar Banjarbaru, menjadi poin plus.

Namun bagi Iwansyah sendiri, tidak ada yang namanya pilih kasih di tubuh Golkar. Dirinya tidak ingin mengambil pusing dan menyerahkan seluruh keputusan kepada DPP Golkar. Bahkan menurutnya, hal yang wajar jika setiap orang mau mendaftar, termasuk dari kader sendiri.

“Tidak ada masalah, semua bisa mendaftar, termasuk kader sendiri ataupun dari luar parpol, silakan saja. Intinya nantinya DPP Golkar pasti memiliki pertimbangan dalam memutuskan siapa yang akan didukung nanti,” katanya.

Kode Baju Nadjmi-Jaya

Meski tetap berharap meraih kepercayaan Golkar, namun Nadjmi Adhani cukup bisa membaca tidak mudah untuk ‘lolos’ dalam penjaringan di partainya itu. Apalagi yang menjadi rivalnya adalah ketua DPD Golkar Banjarbaru sendiri, AR Iawansyah.

Maka dari kalkulasi politik, ia tak terlalu ‘pede’ untuk memasukkan Golkar di barisan pengusungnya dalam Pilkada nanti. Itu disampaikan melalui gimmick warna seragam yang dikenakannya saat mendaftar di Nasdem Banjarbaru.

Terlihat seragam yang dikenakan Nadjmi-Jaya berserta para relawan memiliki corak warna yang berbeda-beda, salah satunya warna biru yang tak lain adalah warna partai Nasdem. Selain itu, di baju tersebut juga tertulis jargon duet pertahana yakni “Bersama Nadjmi-Jaya Banjarbaru Lebih Baik”.

“Ini ada warna biru, jadi kami sudah yakin Partai Nasdem akan mengusung kami. Ada warna orange juga yang kami yakini Partai Gerindra akan mengusung kami. Kami percaya partai-partai ini akan memenangkan kami dalam Pilkada 2020,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Nadjmi tidak menyebut warna kuning Partai Golkar atau pun warna merah PDIP.

Walau demikian, jika dua partai tersebut bisa dikuasai incumbent, yakni Nasdem dan Gerindra, sudah cukup bagi mereka sebagai kendaraan politik maju dalam Pilkada Banjarbaru. Sebab dari hitungan kursi di dewan, Gerindra memiliki 6 kursi dan Nasdem 4 kursi. Ini sudah cukup sebagai ambang minimal pengusung calon yang harus memenuhi syarat minimal 6 kursi di DPRD.

Sementara itu, pasangan penantang Aditya-Iwansyah sudah didepan mata mengantongi 9 kursi yang merupakan gabungan dari 5 kursi milik Golkar dan 4 kursi milik PPP. Jika mereka berhasil menderek PDIP, maka mereka mendapatkan tambahan hingga menjadi 12 kursi. Jumlah ini juga sudah lebih dari cukup mengantar mereka ke tahap pencalonan di KPU.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->