Connect with us

Kota Banjarmasin

Ribuan Sasirangan Warnai Kota Seribu Sungai di Momen BSF

Diterbitkan

pada

Kemeriahan aksi arak-arakan sasirangan di acara Banjarmasin Sasirangan Festival Foto : mario

BANJARMASIN, Seluruh ASN lingkup Pemko Banjarmasin bersama ratusan siswa, komunitas, BUMD, utusan dari luar Kalimantan, tuah ruah di sepanjang jalan protokol. Aksi arak-arak kain yang dahulunya merupakan pakaian kaum kerajaan Banjar ini, dimaksudkan untuk mengajak seluruh masyarakat Banjarmasin lebih mencintai budaya serta menjunjungi adat yang ada sejak ratusan tahun lalu.

Arak-arakan kain sasirangan itu tidak hanya dilakukan lewat jalur darat, tetapi juga juga dilakukan lewat jalur sungai dengan menggunakan puluhan perahu (jukung).  Mereka berlayar dari Siring Balai Kota menuju Siring Menara Pandang sambil membawa bendera motif kain sasirangan, serta melakukan berbagai macam bentuk formasi jukung di sepanjang Sungai Martapura yang dilewati.

Tak ayal, aksi inipun menjadikan sebuah tontonan publik yang paling menarik di awal tahun 2019 ini. Walikota H Ibnu Sina yang melepas langsung keberangkatan peserta Parade Sasirangan kembali mengatakan, parade sasirangan itu merupakan rangkaian kegiatan BSF tahun 2019. Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadikan kain sasirangan sebuah kebanggan bagi seluruh masyarakat kota ini.

“Kain sasirangan itu boleh dipakai secara resmi, boleh dipakai secara santai, boleh untuk ke Surau atau olahraga juga boleh,” ucapnya.



Selain mengarak kain yang juga dahulunya dipercaya sebagai alat untuk menyembuhkan penyakit, seluruh peserta parade sasirangan sesampainya di Siring Menara Pandang disuguhi hiburan berupa fashion show pakaian sasirangan, yang diperagakan oleh para ASN lingkup Pemko Banjarmasin.

Kemudian ada juga Lomba Desain Motif Sasirangan, yang diikuti para pengrajin kain sasirangan. Untuk lomba tersebut, H Ibnu Sina bersama Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin datang ke lokasi lomba untuk melakukan penjurian. Serta kepada awak media ia menerangkan, kegiatan lomba desain motif sasirangan yang diikuti sekira 40 orang pengrajin kain sasirangan itu, diselenggarakan untuk memberikan kesepampatan kepada para pengrajin dalam mengeksplor kemampuan dan keterampilan dalam pewarnaan menyirang.

“Disinilah kita ingin agar motif-motif ini tidak ketinggalan dengan gaya-gaya dan minat-minat dari warga,” ucapnya.

Bagi pemenang dalam lomba tersebut, terangnya, hasil karyanya akan dijadikan seragam hari jadi Kota Banjarmasin yang ke 493. “Kami Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen bahwa yang terbaik dalam loma motif ini, masuk nominasi untuk menjadi seragam kegiatan harijadi Kota Banjarmasin yang ke 493,” pungkasnya.

Untuk lomba fashion show yang diikuti para ASN per SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, keluar sebagai pemenang pertama Badan Keuangan Daerah, dan untuk juara kedua Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Banjarmasin. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->