Connect with us

Hukum

Presiden BEM UIN Antasari : Penahanan H Iid Ciderai Demokrasi di Banua

Diterbitkan

pada

Presiden BEM UIN Antasari Budiansyah. Foto : istimewa

BANJARMASIN, Isu tentang penahanan aktivis pro tambang H Syahidduddin alias H Iid lantaran status kritisnya di media sosial tentang aktivitas Bagarakan Sahur yang diinisiasi oleh KNPI Kotabaru semakin bergulir.

Kali ini komentar datang dari Budiansyah, aktivis mahasiswa yang sekarang menjabat sebagai Presiden BEM UIN (Universitas Islam Negeri) Antasari, Banjarmasin.

Menurut Budi, penahanan terhadap H Iid bukan hanya berlebihan, tapi sudah menciderai demokrasi.

“Semacam ada upaya membungkam suara-suara kritis,” tuturnya.



Presiden BEM UIN Antasari Banjarmasin ini menilai bahwa iklim demokrasi di Banua dalam keadaan terancam. Aktivis bicara dibungkam dan dikriminalisasi, iklim investasi dibuat lesu karena monopoli, dan keadilan jauh panggang dari api.

Sebagai bagian penting dari civil society, Budiansyah menegaskan bahwa BEM UIN Antasari tak akan tinggal diam dan meneguhkan posisi tegak lurus untuk idealisme dan kebenaran.

Sebelumnya aktivis senior yang juga Kepala Ombudsman Perwakilan Kalsel Noorhalis Majid ikut angkat bicara terkait penahanan H Iid.

Menurut Noorhalis Majid, kalau hal seperti ini diseret sebagai perkara hukum, maka berarti sudah tidak ada lagi kebebasan bersuara. Kebebasan menyampaikan pendapat dan pemikiran. Kasus seperti itu akan jadi preseden buruk untuk kasus lainnya yang pasti sangat banyak.

Menurut Majid, boleh saja orang lain mengatakan lomba bagarakan sahur itu perbuatan sia-sia. Tidak ada yang salah. Hak orang berpendapat. Apalagi kalau lomba tesebut menggunakan dana APBD dan dilaksanakan oleh organisasi yang terbuka seperti KNPI.

Seperti diberitakan sebelumnya, H Iid ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotabaru menyusul postingan bernada kritik soal Program Bagarakan Sahur inilai sebagai perbuatan yang sia-sia, karena menggunakan dana APBD Kotabaru, rupanya membuat KNPI Kotabaru tidak terima.(bie)

Reporter : Bie
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->