PLN UIP3B KALIMANTAN
PLN Berdayakan 21 Warga Desa Biih Pembuatan Dodol Durian
KANALKALIMANTAN.COM, KANDANGAN – PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan melalui PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Banjarbaru melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2026.
Program ini menjadi langkah awal penguatan warga Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar sebagai Desa Inklusi di Kalimantan.
PLN UPT Banjarbaru memfasilitasi 21 warga Desa Biih untuk mengikuti pelatihan tata boga pembuatan olahan dodol durian di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (11/5/2026).
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Kader, TP PKK Banjar Laksanakan Pembinaan Administrasi PKK Desa

Peserta pelatihan pembuatan dodol durian berfoto bersama usai mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan PLN UPT Banjarbaru di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (11/5/2026). Foto: pln
Pelatihan olahan rumahan ini tidak hanya memberikan keterampilan mengolah pangan, tetapi juga mendorong pemanfaatan potensi durian lokal menjadi produk bernilai tambah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya kelompok perempuan rentan.
Salah satu peserta pelatihan, Atul, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasnya atas kesempatan belajar yang diberikan PLN. Menurutnya, pelatihan tersebut membuka wawasan baru dalam memanfaatkan hasil panen durian yang selama ini hanya dijual dalam bentuk buah segar.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN. Selama ini durian di desa hanya kami jual buahnya saja. Saat musim panen dan produksi melimpah, harganya sering turun. Dengan pelatihan membuat dodol ini, keterampilan kami bertambah dan sekarang kami mengetahui cara mengolah buah menjadi produk yang lebih tahan lama, serta memiliki nilai jual lebih tinggi. Ini menjadi modal berharga bagi kami ibu-ibu di desa untuk membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” beber Atul.
Baca juga: Pansus II DPRD Kapuas Kunjungi DLH dan Disperkim Jabar
Melalui pelatihan, warga Desa Biih didorong untuk mengolah hasil panen menjadi produk yang lebih tahan lama dan bernilai ekonomi. Selain mengurangi potensi kerugian saat musim panen, dodol durian berpeluang menjadi buah tangan khas Desa Biih yang dapat memperkuat identitas daerah.
Program ini sekaligus membuktikan bahwa kelompok difabel dan perempuan rentan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi desa.
Manager PLN UPT Banjarbaru, Bayu Putra Andrianto, menjelaskan, pendampingan yang dilakukan PLN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Rangkaian bantuan ini kami laksanakan secara bertahap sepanjang Mei hingga Juni 2026. Selain pelatihan tata boga, kami juga membangun sarana ramah difabel dan menyelenggarakan pelatihan desa inklusi bagi tujuh desa di sekitar Desa Biih. Ini merupakan cara kami mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan memastikan seluruh warga memiliki akses, kesempatan, dan ruang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” jelas Bayu.
Baca juga: Pemprov Kalsel Dukung Sekolah Rakyat, Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin
Bayu menambahkan bahwa penguatan kapasitas masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang mandiri dan berkelanjutan.

Praktik proses pembuatan dodol durian bersama peserta pelatihan sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat Desa Biih. Foto: pln
Sementara General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan, program TJSL PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat.
“PLN berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui program pemberdayaan seperti ini, kami ingin membantu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki desa. Semangat gotong royong, kesetaraan, dan keadilan sosial yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila menjadi landasan bagi PLN dalam menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur Riko.
Baca juga: DPRD Kapuas Rapat Pengumuman Anggota Pansus LHP BPK RI
Melalui program ini, PLN berharap Desa Biih tumbuh menjadi desa inklusi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, serta menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kalimantan. (Kanalkalimantan.com/adv)
Reporter: adv
Editor: kk
-
HEADLINE3 hari yang laluTolak Cabut Usulan Taman Nasional Meratus ‘Kado’ Hari Lingkungan Hidup Sedunia
-
HEADLINE21 jam yang laluDinas ESDM Kalsel Digeledah Kejaksaan, TNI Berjaga Ketat
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluRespon Cepat Tangani Genangan, Wali Kota Lisa Cek Pekerjaan Drainase A Yani
-
PUPR PROV KALSEL22 jam yang laluPenguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan di Sektor Kebinamargaan, PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Peraturan Bina Marga
-
HEADLINE20 jam yang laluPNS Dinas ESDM Kalsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Izin Pertambangan di Tabalong
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluKalsel Dukung Cetak Sawah 2026 Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

