Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Pj Ketua PKK Kalsel Akui Capaian Luar Biasa dalam Penurunan Stunting di HSU

Diterbitkan

pada

Pj Ketua PKK Kalsel memuji penanganan stunting di HSU Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Pejabat (Pj) Ketua PKK Kalsel Nana Safriati Safrizal ZA menilai pencapaian luar biasa bagi Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) terkait penurunan angka stunting.
Hal ini diakui Nana saat kunjungan kerja nya ke Desa Locus Stunting Desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading, Kamis (10/6/2021) siang.

Berdasarkan Riset kesehatan dasar (Riskesdes) Kemenkes pada 2013 mengumumkan 100 kabupaten/kota se Indonesia tertinggi prevalensi Stunting dan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) termasuk didalamnya dengan prevalensi 56%.

“Pasti pada saat menerima pengumuman itu Bupati HSU dan Gubernur Kalsel terkejut dengan adanya temuan data tersebut, mengingat kondisi kesehatan anak-anak di Kalsel nampaknya baik-baik saja,” ujar Nana.

Namun faktanya, kata Nana, stunting merupakan bahaya laten yang tersembunyi di tengah masyarakat. Jika sampai anak-anak mengalami Stunting, maka akan sulit diperbaiki.



 

 

Baca juga: RESMI! Tahura Sultan Adam Dibuka, Pengunjung Dibatasi, Ini Link Pendaftaran Masuk

Dari laporan Kepala Dinas Kesehatan HSU bahwa diakhir 2020 berkat sinergitas berbagai pihak dan dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati HSU angka prevalensi Stunting berhasil diturunkan menjadi 21,15%.

“Pencapaian yang luar biasa, hendaknya keberhasilan ini bisa menjadi studi pembelajaran bagi daerah lain,” Imbuh Nana
Atas capaian ini, Nana mengapresiasi upaya Pemkab HSU -khususnya Bupati H Abdul Wahid HK yang sudah mendukung upaya penurunan kasus Stunting didaerahnya melalui berbagai upaya dan kebijakan.

Menurut Nana, melalui Inovasi seperti pembuatan Aplikasi SINTARI atau kelaS Ibu piNTar sadAR gizI, merupakan salah satu inovasi yang sangat bagus karena memanfaatkan sarana digital dalam penanganan kasus Stunting.

Dirinya mengaku bakal memperkenalkan Aplikasi SINTARI kepada kader PKK didaerah lain agar kaum dan remaja puteri bisa juga mendapat informasi tentang kesehatan melalui aplikasi yang bisa di download di Playstore ini.

Selaku Ketua Pokja IV PKK Pusat yang membidangi kesehatan, lingkungan hidup dan perencanaan sehat. Ia juga berencana mengikutsertakan Desa Jingah Bujur ke dalam program PKK Pusat yakni Gerakan Keluarga Sehat, Tangguh dan Tanggap Bencana.

Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU Danu Fran Fotohena dalam laporan nya menyebutkan penurunan kasus Stunting ini berkat dukungan pemerintah Daerah.

“Berkat dukungan dan kebijakan Bupati Hulu Sungai Utara bersama DPRD dengan menerbitkan berbagai peraturan daerah sehingga memudahkan Dinas Kesehatan dalam melaksanakan upaya secara masif dan aman guna menurunkan kasus Stunting ini,” ujar Danu.

Danu menambahkan, kerja keras penurunan Stunting bukan isapan jempol karena HSU meraih penghargaan sebagai kabupaten paling inovatif dan inspiratif dalam penanganan Stunting.

Baca juga: Pasca Banjir, Rencana Detail Tata Ruang Kertak Hanyar-Gambut Dibahas

“Jadi kita banyak melakukan inovasi dalam upaya penanganan Stunting dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” terang Danu.

Ia menyebut, dari Data 2020 jumlah balita Stunting (pendek dan sangat pendek) sebanyak 3639 balita dari total balita yang diukur antropometrinya sebanyak 15.885 balita.

Sementara itu, Ketua PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid yang mendampingi kunjungan kerja Nana Safriati mengatakan keberhasilan HSU dalam penurunan angka Stunting dikarenakan kerja sama dan sinergis semua pihak terkait.

“Sekarang ini kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, perlu kekompakan dan kerja sama dalam menangani permasalahan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Pj Ketua PKK Kalsel menyerahkan bantuan masker bagi masyarakat Desa Jingah Bujur, bantuan tas sekolah bagi anak dan makanan tambahan balita. (Kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->