Kota Banjarbaru
Perubahan Budaya Pengelolaan Sampah di Banjarbaru, Pemilahan Dimulai dari Rumah Tangga
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Upaya nyata pembiasaan budaya menuju perubahan pola pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru terus digencarkan.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby turun langsung menyapa warga di RT 33 RW 07, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (23/4/2026) siang.
Tak sekadar seremonial, melainkan penegasan arah kebijakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumber pertama penghasil sampah yakni rumah tangga.
Baca juga: Aksi Sosial Srikandi PLN UIP3B Kalimantan Hidupkan Semangat Kartini

Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby turun langsung menyapa warga di RT 33 RW 07, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (23/4/2026) siang. Foto: medcenbjb
Di tengah keterbatasan akses Tempat Penampungan Sementara (TPS), warga dibiasakan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Warga RT 33 RW 07 Syamsudin Noor menggagas program MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah). Sebuah gerakan kolektif yang mengubah sampah nonorganik seperti plastik menjadi bernilai ekonomi. Inisiatif ini tidak hanya menekan volume sampah, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan warga.
Inovasi lain lahir melalui program SUSTER (Sumur Komposter Sanitasi) dengan memanfaatkan sumur komposter sedalam satu meter, sampah organik diolah langsung di lingkungan menjadi material yang lebih bermanfaat, sekaligus mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Wali Kota Lisa menegaskan, kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pengelolaan sampah dari hulu.
Baca juga: Dilarang! Petugas Dapati Rice Cooker dan Pemanas Air dari Koper Jemaah Kloter BDJ 01
“Saya datang ke sini ingin memastikan bahwa semangat pengelolaan sampah dari sumber benar-benar hidup di tengah masyarakat. Apa yang dilakukan warga RT 33 ini adalah contoh nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berinovasi. Justru dari kondisi seperti inilah lahir solusi yang berdampak langsung,” tegasnya.
Ketua RT 33 RW 07, Yoni Setiawan, mengakui kehadiran Wali Kota menjadi bukti dukungan dan kerja nyata perhatian pemerintah kota.
“Suatu kebanggaan bagi kami didatangi seorang pemimpin. Ini menunjukkan bahwa ketika kita melakukan kebaikan secara konsisten, maka akan ada yang datang melihat dan menghargai apa yang kita lakukan,” ujarnya.
Menariknya, kunjungan ini berlangsung tanpa persiapan khusus alias mendadak. Aktivitas warga tetap berjalan apa adanya menunjukkan bahwa program telah menjadi kebiasaan.
Baca juga: Dilarang! Petugas Dapati Rice Cooker dan Pemanas Air dari Koper Jemaah Kloter BDJ 01
Setelah dari wilayah Kecamatan Landasan Ulin. Wali Kota Lisa melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Banjarbaru Selatan. Di Jalan Pandawa, Komplek Citra Berlian RT 03 RW 05, Kelurahan Guntung Paikat, Lis Halaby melihat langsung praktik penggunaan drum komposter oleh warga.
Kunjungan difokuskan pada evaluasi gerakan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga berjalan, sekaligus memastikan keberlanjutan program berbasis partisipasi warga.
“Harus bergerak dari sekarang. Pemilahan sampah dimulai dari rumah. Ini bagian dari mendukung gerakan Indonesia asri dan membiasakan hidup sehat,” ujar Wali Kota Lisa.

Baca juga: PLN Dorong Keselamatan dan Respons Cepat Penanganan Bencana
Dia menekankan bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses, namun konsistensi akan menjadikannya budaya.
“Perubahan itu tidak mudah, tapi kalau dilakukan terus-menerus, lama-lama akan menjadi budaya,” tambahnya.
Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi, menyebut kunjungan ini sebagai momentum penting. Bersama warga, pihak kelurahan juga menggelar sosialisasi teknis pengelolaan sampah rumah tangga dengan menghadirkan Sudaryono, yang telah berpengalaman menjalankan pemilahan sampah sejak 2012.
“Kami sudah memulai sejak 2012. Warga terbiasa memilah sampah dari rumah. Hari ini kami membantu agar gerakan ini bisa menyebar lebih luas,” ujar Sudaryono.
Saat ini, sudah 11 RT ditetapkan sebagai wilayah percontohan, dengan rencana ekspansi bertahap ke seluruh kawasan. Kebutuhan sarana seperti komposter, lodong, hingga sistem pemilahan dua ember per rumah juga mulai dipetakan berdasarkan usulan warga.
Camat Banjarbaru Selatan, Muhammad Firmansyah, menilai kunjungan wali kota membawa energi baru bagi penguatan gerakan lingkungan.
Baca juga: Ketua dan Pengurus DWP Kabupaten Banjar Masa Bakti 2025 – 2029 Dilantik
“Kami melihat langsung antusiasme warga, terutama ibu-ibu. Ini menjadi modal besar untuk menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan bersama,” ujarnya.
Kunjungan menjadi pesan kuat bahwa pembiasaan budaya pemilahan pengelolaan sampah dari rumah tangga di Banjarbaru tidak lagi bertumpu pada sistem hilir semata, tetapi bergerak dari akar rumah tangga. (Kanalkalimantan.com/bie)
Reporter: bie
Editor: kk
-
Bisnis2 hari yang laluJaecoo Merambah Banjarbaru, Buka Dealer Resmi di A Yani Km 33
-
HEADLINE2 hari yang laluGunungan Sampah di TPS Jafri Zamzam Dibersihkan
-
HEADLINE2 hari yang laluHujan Ringan Diprediksi Landa Kalsel Sepekan ke Depan
-
HEADLINE1 hari yang lalu“Aksi Reset Indonesia” di DPRD Kalsel, Ditinggal Supian HK Tiga Mahasiswa Luka
-
Olahraga2 hari yang laluOffroader SBOX 2026 Dilepas dari Depan Balai Kota Banjarbaru
-
HEADLINE3 hari yang lalu11.358 Peserta Terdaftar, UTBK SNBT di ULM Dimulai






