Kabupaten Kapuas
Pemkab Kapuas Dorong Pemerataan Pembangunan Lewat Program Transmigrasi Lokal
KANALKALIMANTAN.COM, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah sedang mempersiapkan pelaksanaan program transmigrasi Lokal di daerah setempat. Bagian dari upaya strategis penanggulangan dampak banjir tahunan serta mendorong pemerataan pembangunan, pengurangan kepadatan penduduk serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program transmigrasi lokal, sebanyak 12.317 kepala keluarga (KK) direncanakan akan direlokasi secara terstruktur ke wilayah-wilayah potensial di Kabupaten Kapuas.
Bupati Kapuas H Muhammad Wiyatno bersama Ketua DPRD Kapuas Ardiansah dan jajaran Pemkab Kapuas saat berkunjung ke kantor Staf Presiden RI di Jakarta.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, diperlukan luas lahan usaha sebesar 44.233,93 hektare, serta disiapkan Rencana Kerja Transmigrasi (RKT) seluas 72.800 hektare.
Baca juga: Kloter 13 Penutup Embarkasi Haji Banjarmasin, Wabup HSU Ikut Melepas Keberangkatan Jemaah

Program ini akan tersebar di 6 kecamatan yakni di Kecamatan Mantangai, Kecamatan Timpah, Kecamatan Kapuas Hulu, Kecamatan Kapuas Tengah, Kecamatan Pasak Talawang, dan Kecamatan Mandau Talawang. Ada 32 desa yang telah ditetapkan berdasarkan kriteria kesesuaian lahan, potensi wilayah, serta kesiapan infrastruktur dasar.
“Jadi, transmigrasi lokal ini bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi merupakan program pembangunan wilayah terpadu yang melibatkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan,” ujar Bupati Kapuas, Rabu (28/5/2025).
“Kami akan memastikan setiap kepala keluarga mendapatkan lahan yang layak, serta akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ucap Bupati Wiyatno.
Pemkab Kapuas juga telah menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan mitra pembangunan lainnya guna memastikan pelaksanaan program ini berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan inklusivitas.
Dalam pelaksanaan program transmigrasi lokal ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan wilayah, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui optimalisasi lahan-lahan potensial yang belum tergarap secara maksimal. (Kanalkalimantan.com/ags)
Reporter: ags
Editor: kk
-
HEADLINE2 hari yang laluSDA Kalsel Dikuras, Kerusakan Lingkungan Diabaikan
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPemprov Kalsel Gelar Rakor Pembangunan Stadion Internasional
-
Bisnis3 hari yang laluDaging Sapi dan Bawang Merah di Banjarmasin Alami Lonjakan
-
Bisnis3 hari yang laluHarga Telur Ayam di Banjarmasin Tembus Rp30.000
-
HEADLINE22 jam yang laluBerkas Kasus Pembunuhan Mahasiswi ULM Dilimpahkan ke Kejaksaan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPemkab Banjar Tindaklanjuti Kondisi Rumah Zainab Warga Lok Buntar




