HEADLINE
Pemilik Mama Khas Banjar Dituntut Lepas dari Segala Tuntutan Hukum
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penuntut umum kasus Mama Khas Banjar di Pengadilan Negeri (PN) Banjarbaru menuntut terdakwa Firly Norachim (31) lepas alias bebas dari segala tuntutan pidana.
Tuntutan itu dibacakan usai sidang pemeriksaan terdakwa diskors hingga pukul 15.00 Wita, Senin (19/5/2025) siang.
Dalam persidangan, penuntut umum membacakan tuntutan dengan pertimbangan hal yang memberatkan yaitu terdakwa kurang memahami arti pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Baca juga: Sidang Kasus Mama Khas Banjar: Kuasa Hukum Berharap Firly Bebas
Kemudian mempertimbangkan hal-hal yang meringankan meliputi terdakwa bersikap sopan, mengakui dan terus terang perbuatannya di persidangan.
Terdakwa diharapkan dapat memperbaiki usahanya kembali untuk memajukan UMKM.
“Sehingga dalam tuntutan penuntut umum memutuskan menyatakan perbuatan yang didakwakan terhadap terdakwa telah terbukti sebagaimana dakwaan alternatif pertama, akan tetapi perbuatan tersebut bukan suatu tindak pidana,” ujar penuntut umum membacakan tuntutan di hadapan majelis hakim, Senin (19/5/2025) siang.
Masih dalam tuntutan menyatakan bahwa terdakwa lepas dari segala tuntutan hukum (Ontslag van Alle Rechtvervolging).
Baca juga: Bupati H Sahrujani Cek Kondisi Jemaah HSU di Asrama Haji Banjarmasin

Kuasa hukum terdakwa, Faisol Abdori. Foto : wanda
Sementara kuasa hukum terdakwa, Faisol Abdori menyimpulkan bahwa pada prinsipnya dalam tuntutan menyebutkan terdakwa melanggar, namun bukan perbuatan pidana sehingga lepas dari segala tuntutan hukum.
“Memang ditemukan adanya pelanggaran, tetapi itu dianggap bukan pelanggaran pidana,” ujar Faisol Abdori usai sidang tuntutan.
Terhadap tuntutan ini pula, majelis hakim memberikan hak bagi terdakwa dan kuasa hukum untuk menyatakan sikap dengan pembelaan pada jadwal sidang selanjutnya.
Baca juga: Terjerat Pinjol, OJK Beri Batas Bunga dan Cara Melapor
“Kita harus tetap membuat pledoi tersebut secara tertulis, agar menjadi dokumen hukum yang bisa dipakai untuk case-case selanjutnya bahwa hal ini tidak boleh terjadi ke depan untuk masa depan pengusaha UMKM,” jelas dia.
Tuntutan itu pun diakui pihak terdakwa sesuai dengan apa yang diharapakan sebelumnya.
“Dimana sebelumnya terjadi polemik dimana-mana, itu kami anggap selesai dan fakta-fakta sudah kita dapatkan,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE17 jam yang laluAlasan Kesehatan, Wakil Wali Kota Wartono Ajukan Pengunduran Diri
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluPemkab Banjar Serahkan Bantuan Mesin dan Perlengkapan Pemadam untuk 75 BPK
-
HEADLINE19 jam yang laluPenampang Saluran Drainase di Ahmad Yani Km 33,5 Tak Mampu Tampung Air
-
HEADLINE2 hari yang laluKualitas Udara Membaik, Pembelajaran Tatap Muka di Palangka Raya Kembali Normal
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluJangan Lengah dari Ancaman Karhutla, Bupati Kapuas Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Salurkan Bantuan PPKS Disabilitas Mental dan Korban Anak



