HEADLINE
Mengenang Jejak Tokoh Pers Indonesia dari Buku “Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro”
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) menandai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 dengan peluncuran buku sejarah tentang tokoh pers Indonesia, Selasa (25/7/2023) siang, di gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Buku berjudul “Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro” berkisah sejarah perjalanan seorang tokoh pers nasional kelahiran Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat yaitu Adinegoro.
Sejumlah tokoh pers, seperti Atmakusumah, Ishadi SK, Parni Hadi dan Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu hadir memeriahkan acara peringatan HUT LPDS yang berdiri pada 23 Juli 1988.
Baca juga: Tak Kuasa Keluar, Kakek Suryani Meninggal Dunia Terkepung Api di Landasan Ulin
Dalam pengantarnya, Direktur Eksekutif LPDS Kristanto Hartadi menyampaikan bahwa LPDS menerbitkan buku tentang riwayat Adinegoro untuk mengenang seorang tokoh pers multitalenta itu.
“Ketika pers menghadapi tantangan disrupsi digital dan ketidakpastian global akibat dominasi platform digital, maka penting bagi kita untuk menengok sejarah pejuang jurnalistik Indonesia, Adinegoro,” ujar Kristanto saat launching buku “Melawat ke Talawi, Tapak Langkah Wartawan Adinegoro”.
Tampil sebagai pembicara dalam diskusi adalah salah satu putra Adinegoro yakni Adiwarsita Adinegoro, Priyambodo RH -wartawan utama LKBN Antara-, dan Lestantya Baskoro, penulis dan editor buku. Diskusi ini dimoderatori Monalisa, Kepala Redaksi Antara TV.
Baca juga: Banjarmasin Job Fair 2023 Digelar Tiga Hari, Tawarkan 500 Lowongan Kerja
Beragam pembahasan diutarakan para narasumber. Seperti kisah Adinegoro yang semasa mudanya pernah menempuh pendidikan di Sekolah Pendidikan Dokter Hindia Belanda (STOVIA) atau Sekolah Dokter Jawa di Jakarta pada 1918-1925.
Kendati demikian, pikirannya justru lebih terpatri pada dunia jurnalistik. Dia lalu memperdalam bidang pendidikan jurnalistik, geografi, kartografi, dan geopolitik di Jerman dan Belanda (1925-1930).
Baca juga: Jejak Kasus Rafael Alun, Deposit Safe Box Rp500 M hingga Cuci Uang dari Panti Pijat
Bukan itu saja, Adinegoro juga membuat serangkaian liputan bergenre perjalanan (travel writing), berita beranalisis (news analyst), dan diplomasi melalui peliputan pers.
Banyak pula karya jurnalistik lelaki bergelar Datuak Maradjo Sutan ini dipublikasikan Pewarta Deli di Medan, Bintang Timur, dan Pandji Poestaka.
Sekembali dari Eropa, ia memimpin Pandji Poestaka (1931) selama enam bulan, kemudian memimpin Pewarta Deli (1932-1942), dan mengepalai Mimbar Indonesia (1948-1950).
Adinegoro juga sempat mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Bukittinggi, Sumatera Barat pada awal kemerdekaan RI. Juga memimpin Yayasan Pers Biro Indonesia yang dikenal sebagai Kantor Berita PIA (1951) yang kemudian dilebur menjadi Lembaga Kantor Berita Nasional Antara oleh Presiden Soekarno pada 1962. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : rizki
Editor : bie
-
HEADLINE1 hari yang laluMemecah Kemacetan Ibu Kota, Pemko Banjarbaru Bangun Jalan Lingkar Selatan 43 Km
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluPemkab Kapuas Raih Predikat Sangat Baik, Peringkat 4 Kinerja PTSP se Kalteng
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluEdukasi Pelajar PLN UPT Pontianak Cegah Gangguan Listrik dari Layang-layang
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPUPR Kalsel Tambah Rambu dan Perbaiki Geometrik Jalan Banjarbaru – Batulicin
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN UPT Banjarbaru Semangati 60 Anak Pejuang Kanker di RSUD Ulin
-
HEADLINE3 hari yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius


