Connect with us

Sastra

Membaca Sapardi, Ini Sajak-sajak Monumental Penyair Bulan Juni

Diterbitkan

pada

Sapardi Djoko Damono Foto: mediaindonesia

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sapardi Djoko Damono, penyair yang terkenal dengan puisi Hujan Bulan Juni meninggal pada Minggu (19/7/2020). Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia ini meninggalkan karya-karya abadi yang dibaca lintas generasi.

Berikut di antara puisi-puisi monumental Sapardi yang dihimpun Kanalkalimantan.com:

Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

 

 

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

—————–
Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti,
jasadku tak akan ada lagi,
tapi dalam bait-bait sajak ini,
kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
suaraku tak terdengar lagi,
tapi di antara larik-larik sajak ini.

Kau akan tetap kusiasati,
pada suatu hari nanti,
impianku pun tak dikenal lagi,
namun di sela-sela huruf sajak ini,
kau tak akan letih-letihnya kucari.
——————-

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

—————-
Yang Fana Adalah Waktu

Yang fana adalah waktu. Kita abadi memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?” tanyamu.
Kita abadi.

—————-

Kartu Pos Bergambar Jembatan Golden Gate San Fransisco

Kabut yang likang
dan kabut yang pupuh
Lekat dan gerimis pada tiang-tiang jembatan
Matahari menggeliat dan kembali gugur
Tak lagi di langit berpusing
di perih lautan

(Kanalkalimantan.com/cel)

 


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca