Budaya
Memahami Strategi Pameran dalam Dialog Seni Rupa Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXIV
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dialog seni rupa menjadi rangkaian kegiatan Temu Karya Taman Budaya se-Indonesia XXIV di Taman Budaya Kalsel.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin, Senin (15/9/2025) siang hingga sore, dihadiri tamu seluruh perwakilan Taman Budaya se-Indonesia, siswa, mahasiswa, dan perupa-perupa yang tergabung dalam Ikatan Pelukis Kalimantan Selatan (IPKS).
Kepala Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suharyanti mengatakan, dialog digelar untuk menambah wawasan perihal seni rupa melalui narasumber yang mumpuni di bidangnya.
“Kami undang seniman asal Jakarta, Pustanto dan Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin, Hajriansyah, sehingga perupa-perupa di Kalsel maupun daerah lain bisa terupdate,” ujar Suharyanti.
Baca juga: Warga Binaan Nusakambangan Berdaya dengan Abu Batu Bara dari PLTA
Agenda dialog ini sekaligus menjadi catatan bagi pihaknya memantau perkembangan seni rupa di Indonesia khususnya Kalsel.
“Kita selalu mengupayakan bagaimana perkembangan perupa-perupa di Kalsel supaya regenerasi lebih mencintai karya seni utamanya seni rupa yang menjadi bagian terpenting dalam seni kebudayaan,” jelasnya.

Kepala Taman Budaya Kalsel, Suharyanti. Foto: fahmi
Oleh karena itu, Taman Budaya Kalsel mendukung penuh perkembangan seni rupa yang memang menjadi tugasnya dalam merangkul, melestarikan, dan mengembangkan cabang seni rupa.
Baca juga: Sambut Harhubnas 2025, Dishub Kapuas Berbagi ke Panti Asuhan
Hal itu terbukti dengan melihat jumlah pameran yang digelar Taman Budaya Kalsel tahun ini dua kali, sementara tahun lalu hanya sekali.
“Hal ini menjadi sebuah volume bagaimana perupa-perupa di Kalsel mendapat ruang dan kesempatan lewat pameran baik itu di lingkungan Taman Budaya maupun di luar karena ada inisatif dari perupa itu sendiri,” tutup Suharyanti.
Fokus dalam Strategi Menyusun Pameran
Materi utama dalam dialog ini adalah strategi menyelenggarakan pameran agar pelaksanaan lebih efektif di tengah era digital seperti zaman sekarang yang mustahil dihindari.
Salah satu narasumber, Pustanto menyebut, cara menyikapinya adalah dengan menetapkan strategi yang tepat mulai dari adaptasi teknologi tanpa menghilangkan nilai-nilai yang diwariskan pendahulu.
Baca juga: Konvoi Motor Gerombolan Remaja di Jalan Syamsudin Noor Dihalau Warga
“Menyelenggarakan pameran tentunya menjadi bagian penting dari sebuah proses untuk terjadinya sebuah karya yang diakui publik,” ucap Pustanto.
Perupa asal Jakarta ini menerangkan, pameran perlu terkonsep dan terkelola profesional dengan melibatkan jejaring-jejaring yang sesuai dengan sistem berlaku hingga mencapai titik viral.
“Kalau itu diviralkan baik itu dalam publikasi media konvensional atau media sosial maka Insyaallah sukses,” tandas Pustanto.
Senada, Hajriansyah menganggap strategi dalam mengelola pameran harus memiliki konsep bukan sekadar dipajang begitu saja.
“Kalau sekadar pajang ya sudah jadi tinggalkan, gak ada evaluasi tambah parah lagi, gak tau kurangnya dimana,” kata Hajriansyah.
Baca juga: Sambut Harhubnas 2025, Dishub Kapuas Coffee Morning Bersama Awak Media
Ketua Dewan Kesenian Kota Banjarmasin itu menambahkan, penyelenggara pameran harus menentukan apakah pameran ingin dikunjungi orang sebanyak-banyaknya, tidak banyak yang penting terjual semua, atau tidak terjual tapi ada diskusi yang menarik.
Hajriansyah meyakini bahwa pameran berbayar akan mendatangkan lebih banyak pengunjung lantaran ada tanggung jawab yang diemban oleh pelaksana untuk menampilkan yang terbaik.
“Kalau di sini kisaran 25 ribu hingga 30 ribu, tapi setiap hari yang datang 300 sampai 400 orang, walaupun tempatnya kecil, sehingga kurang lebih satu atau dua bulan pengunjungnya 4 sampai 6 ribu dan mayoritas anak muda,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluSatpol PP Banjar Tertibkan 23 Bangunan di Gambut, Ditemukan Fasilitas Karaoke dan Kamar di Warung Makan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluPemko Banjarbaru Gelar Pra Musrenbang Tematik Stunting
-
Kabupaten Balangan2 hari yang laluGelang Simpai Kekayaan Lokal Dayak Meratus
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Trail Adventure #4 & Trail Game 2026 Siap Digelar
-
kampus2 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
Kota Martapura2 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran






