Connect with us

Kota Banjarmasin

Mahasiswa HSU Jual Kerajinan Khas di Festival Ekonomi Tradisional UIN Antasari

Diterbitkan

pada

Stand Mahasiswa HSU yang menjual aneka makanan khas dan kerajinan daerah Foto: mario

BANJARMASIN, Kerukunan Mahasiswa Hulu Sungai Utara (HSU) Banjarmasin bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) HSU menjual ragam kerajinan tangan di Festival Ekonomi Tradisional yang diadakan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari, Banjarmasin. Kegiatan ini berlangsung dari 10 Oktober (di gedung Sultan Suriansyah) hingga 11 Oktober 2019 (di UIN Antasari).

Ketua Kerukunan Mahasiswa HSU, Ahmad Marjuni mengatakan, selain untuk mempromosikan produk kerajinan khas HSU, ia juga ingin agar para mahasiswa HSU yang sedang studi di Banjarmasin dapat membantu pemerintah mengupayakan generasi muda mencintai produk lokal.

Adapun di stand HSU tersedia ragam cemilan, kerajinan tas, kerajinan dompet, hingga kerajinan tempat pensil yang terbuat dari purun dan eceng gondok. Selain itu ada juga produk manisan, yaitu permen yang dibentuk menyerupai itik khas Alabio yang paling laku dan sudah habis di hari ke-dua festival. “Kalau untuk tas, berkisar dari harga lima ribu sampai lima ratus ribu,” terang Marjuni.

Harga tersebut tergantung dari seberapa sulit dan rumit kerajinan tangan tersebut dibuat.

Produk-produk ini dibawa langsung dari Amuntai. Namun, ada juga produk yang dibuat langsung oleh salah satu anggota kerukunan, terang Marjuni. Nanti hasil dari penjualan akan dibagi rata untuk kerukunan mahasiswa dan Dekranasda HSU.

Sekretariat Kerukunan Mahasiswa HSU ini berada di Jalan Kemiri, tepatnya di Asrama 1 asrama putri HSU. Saat ini anggota kepengurusan yang aktif mencapai 60 orang. Selain itu kerukunan ini tidak hanya menjaring mahasiswa HSU yang studi di Banjarmasin, tapi juga hingga ke Banjarbaru dan Martapura.(mario)

Reporter : mario
Editor : Chell

 


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca