HEADLINE
KPK Awasi Impor 105.000 Mobil India untuk Kopdes Merah Putih
KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengawasi potensi korupsi dalam pengadaan 105.000 mobil pikap dari perusahaan India yang nilai kontraknya mencapai Rp 24,66 triliun.
Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai armada operasional logistik untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan pengawasan dilakukan melalui mekanisme pemetaan risiko korupsi atau risk corruption assessment (RCA).
Baca juga: Kalsel Target 100 Karya Budaya Masuk WBTb Indonesia 2026
“Kami sifatnya kita melihat apa selama itu masih sifatnya potensi, belum ada, kan kami punya ada namanya risk assessment korupsi atau RCA, risk corruption assessment,” ujar Setyo di Jakarta, Selasa (24/2/2026) siang.
Setyo mengatakan, jika ditemukan ada potensi risiko korupsi, maka KPK akan segera mengambil tindakan pencegahan dengan koordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait yang terlibat dalam pengadaan kendaraan pickap impor tersebut.

Ketua KPK Setyo Budiyanto. Foto: Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat
“Nah dari situ kan nanti kalau memang ada, ini semua kita bicaranya atau konteksnya, adalah pencegahan sehingga jangan sampai terjadi permasalahan,” tegas dia.
Baca juga: Wabup Dodo Safari Ramadan di Kecamatan Pasak Talawang
Hanya saja, Setyo mengatakan KPK masih mencermati respons pemerintah atas pengadaan ribuan kendaraan pikap tersebut. Dia optimistis pemerintah akan melakukan yang terbaik untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengadaan kendaraan tersebut.
“Saya lihat pemerintah sudah merespons, dengan pemerintah sudah merespons, kita tunggu saja langkah-langkah berikutnya. Saya kira mereka, pemerintah sudah tahu apa yang terbaik untuk menjaga agar program strategis ini bisa berjalan dengan baik dan berguna, bermanfaat untuk seluruh masyarakat,” pungkas Setyo.
Terbaru, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengeklaim impor 105.000 unit mobil pikap dari India mampu menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun. Menurut Joao, keputusan impor diambil karena harga yang ditawarkan jauh lebih kompetitif dibandingkan produsen dalam negeri.
“Dengan pengadaan sarana-prasarana ini, Agrinas Pangan bisa melakukan efisiensi sebesar Rp46,5 triliun,” ujar Joao dalam konferensi pers di kantor Agrinas Pangan, Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Bupati Wiyatno Hadiri Pelantikan PAW Anggota DPRD Kapuas 2024-2029
Joao tidak memerinci total nilai pembelian kendaraan tersebut. Namun, ia menegaskan selisih harga dibandingkan produsen lokal mencapai Rp46,5 triliun. Agrinas telah membayarkan down payment (DP) sekitar 30% untuk pengadaan 105.000 unit kendaraan dari perusahaan India. Sekitar 1.000 unit di antaranya telah tiba di Indonesia pada awal pekan ini.
Adapun perincian kendaraan yang diimpor terdiri dari 35.000 unit pikap 4×4 dari Mahindra & Mahindra, 35.000 unit pikap 4×4 lainnya, dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors India.
Joao menegaskan, pihaknya tetap mendukung penggunaan produk dalam negeri. Namun, kemampuan produksi nasional dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.
Dalam proses kualifikasi dan negosiasi, Agrinas mengundang sejumlah produsen dalam negeri. Untuk segmen pikap, produsen yang terlibat antara lain Toyota Hilux, Isuzu, Mahindra, dan Mitsubishi Triton. Sedangkan untuk truk roda enam diikuti Isuzu, Hino, dan Foton.
Baca juga: Teror Molotov di Pasar Lama Banjarmasin Terungkap, ZA Diringkus Polisi Ini Motifnya
Hasil negosiasi menunjukkan produsen truk lokal hanya mampu menyediakan total 45.000 unit, dengan perincian Mitsubishi Fuso 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, dan Isuzu Canter 900 unit.

Karena keterbatasan kapasitas tersebut, Agrinas akhirnya memutuskan melakukan pengadaan dari India.
“Jadi saya pikir pengadaan mobil dari India ini cukup fair. Kami sudah beri kesempatan kepada semua pihak dan ternyata memang produsen kita belum mampu,” katanya.
Baca juga: Masliana Dilantik PAW Anggota DPRD Kapuas 2024-2029
Joao juga menilai skema harga dari produsen dalam negeri kurang kompetitif meskipun pembelian dilakukan dalam jumlah besar.
“Saya pikir kalau bisa kita dapatkan yang lebih kuat dan lebih murah, kenapa kita harus beli yang lebih lemah dan lebih mahal?” pungkasnya.
Sebagai informasi, Agrinas memperoleh dukungan pendanaan dari bank-bank Himbara sebesar Rp200 triliun untuk pembangunan 80.000 kopdes. Hingga saat ini, realisasi pendanaan telah mencapai Rp 90 triliun. Dari total target tersebut, sebanyak 1.357 unit kopdes telah selesai dibangun, sementara sekitar 30.500 unit lainnya dalam tahap mendekati penyelesaian. (Kanalkalimantan.com/Beritasatu)
Editor: kk
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluPerkuat Konektivitas Wilayah Pesisir, Pemprov Kalsel Bangun Jalan Lintas Pulau Laut
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluJelang Dioperasikan, Tugu 0 Kilometer Kalsel Memasuki Penyempurnaan Akhir
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluRebutan Lahan Parkir, Jukir di Pasar Lama Tewas dengan Empat Tusukan
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluCatatan Setahun Kepemimpinan Wiyatno – Dodo
-
HEADLINE2 hari yang laluSPAM Regional Tanahbumbu-Kotabaru Dukung Air Bersih di Wilayah Pesisir
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluPemko Banjarmasin Lelang 112 Aset Daerah, Kendaraan Dinas hingga Bongkaran Bangunan

