Kota Banjarbaru
Kolam Retensi Guntung Jingah Tampung Air Hujan, Bisa Dipakai untuk Olahraga
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Berlokasi di tepi Sungai Kemuning, sebuah kolam retensi (flood retention pond) dirancang dengan sistem drainase terintegrasi untuk penanggulangan dan mereduksi banjir di Kelurahan Loktabat Utara.
Kolam retensi yang diberi nama Guntung Jingah oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dibangun dengan kapasitas yang sangat memadai.
Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Ir Eka Yuliesda Akbari mengatakan, pelaksanaan pekerjaan kolam retensi Guntung Jingah dimulai pada Mei dengan nilai kontrak sebesar Rp2,6 miliar melalui APBD 2025.
Baca juga: Menjawab Keluhan Banjir, Kolam Retensi Guntung Jingah Diresmikan

Kepala DPUPR Kota Banjarbaru Ir Eka Yuliesda Akbari. Foto: wanda
“Jadi ini bisa selesai dari bulan Mei sekitar 4-5 bulan sudah selesai tanggal 29 September 2025. Jadi masih ada satu bulan sebenarnya dia lebih duluan, karena kita mengejar progres supaya bisa ikut mendukung program 100 Hari Keja Wali Kota. Alhamdulillah bisa diselesaikan,” ujar Kepala DPUPR Kota Banjarbaru Ir Eka Yuliesda Akbari saat diwawancarai, Sabtu (11/10/2025).
Kolam retensi ini dirancang terhubung tiga inlet atau tempat masuk air yang terintegrasi untuk menampung debit air hujan, hingga air dari saluran drainase.
“Ada tiga inlet pada kolam ini yang berasal dari tiga buah saluran drainase dari Jalan Sukarelawan, Jalan Al Manar, dan Jalan Pondok Sejahtera di RT 45 Kelurahan Loktabat Utara,” sebut dia.
Eka menyebutkan kolam memiliki luas tampungan 2.161 meter persegi dengan volume tampung air 5.813 meter kubik.
Baca juga: Kelelahan Emosional Jadi Masalah Terbesar dalam Kesehatan Mental

Sedangkan satu bangunan outlet terdiri dari dua jenis pintu yaitu pintu penguras dan pintu flat.
Dinding kolam trap bawah diperkuat dengan beton precast sedang trap atas menggunakan rumput manila agar tetap asli.
“Jadi air yang ditampung dari drainase-drainase yang ada di sekitar sini, kalau penuh baru kita limpahkan ke Sungai Kemuning. Jadi meruduksi lah karena memang yang berdampingan, berdekatan kan memang sungai Kemuning,” tambahnya.
Panning jogging track juga dibuat seluas 148 meter menggunakan biotech, bioseal dengan timbunan krikil dan beton poros memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah dan mengurangi limpasan permukaan.
Pembangunan kolam retensi Guntung Jinggah sudah 100% dikerjakan dan siap digunakan
untuk mereduksi genangan dan bisa dimanfaatkan warga untuk sarana, rekreasi, dan olahraga.
Selama 6 bulan ke depan, kolam retensi ini katanya masih menjadi tanggung jawab dari pihak pelaksana untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang menjadi tanggung jawabnya.
Namun di sisi lain dirinya berharap masyarakat dapat bekerjasama menjaga dan memelihara fasilitas yang ada.
“Tapi yang jelas kita jaga dan pelihara bersama karena dari drainase, kadang-kadang sampah-sampah itu juga menumpuk jadi masyarakat di sini saya mengharapkan sekalian memelihara juga kebersihannya,” pungkas dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluPrakiraan BMKG: Cuaca Kalsel Sepekan Ada Potensi Hujan Ringan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluSekda Buka Workshop Manajemen Risiko Pembangunan Daerah Kabupaten Banjar 2026
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang laluHaornas 2026: Aktivitas Fisik Jadi Gaya Hidup Keseharian Masyarakat
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluJembatan Cambai Dibuka Awal Oktober 2026
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPemkab Banjar Fokuskan RAPBD 2027 pada Sektor-Sektor Bersentuhan Langsung dengan Kebutuhan Masyarakat
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluKadisdikbud HSU Lepas Peserta GSI Tingkat Provinsi ke Banjarbaru


