HEADLINE
Kalsel Waspada! Pintu Masuk Dijaga Ketat, Wajib Tunjukkan Hasil PCR Covid-19 Negatif!
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN- Pemprov Kalsel mulai melakukan pengetatan penjagaan pintu masuk. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya kasus Covid-19 di provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim).
Di sisi lain, kondisi di sejumlah rumah sakit di Kalsel yang saat ini beberapa di antaranya sudah penuh, memerlukan kebijakan ekstra Pemprov Kalsel. Langkah inilah yang lantas dilakukan Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA yang mewajibkan setiap orang yang akan memasuki perbatasan Kalsel wajib untuk menunjukkan hasil negatif pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR).
“Ketentuan ini berlaku di seluruh jalur masuk baik udara, laut, maupun darat,” tegas Safrizalusai rapat koordinasi penangan Covid-19 di Mapolda Kalsel, Rabu (7/7/2021).
Ia mengatakan, akan segera menerbitkan surat edaran (SE) terkait kebijakan tersebut sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.
Baca juga: Wasekjen PAN Rosaline Minta Ada RS Khusus Pejabat, Kamu Setuju?
“Ini upaya kita untuk menahan, membatasi perjalanan orang ke Kalsel, dan provinsi di sekitar kita juga sudah memberlakukan hal yang sama,” tegasnya.
Sampai saat ini, pihaknya masih tetap memberlakukan PPKM Mikro untuk membendung tingginya Covid-19. Ini dikarenakan 9 kabupaten masuk kategori zona orange dan 4 daerah lainnya berada di zona kuning.
“Setiap kegiatan dilakukan pembatasan-pembatasan sampai 50 persen, dan dilaporkan kepada Satgas Covid-19 guna memastikan memenuhi standar protokol kesehatan,” katanya.
Di sisi lain, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto menegaskan segera melakukan persiapan pengetatan pintu masuk di Kalsel, baik lewat jalur udara, laut dan darat setelah terbit SE Gubernur.
“Dua provinsi tetangga, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur telah memberlakukan hal yang sama. Ini lantaran kasus harian Covid-19 di dua provinsi tergolong cukup tinggi,” katanya.
Kapolda juga meminta setiap stake holder dikoordinasikan untuk melaporkan dan memgoptimalkan kesiapannya masing-masing jika lonjakan kasus Covid-19 juga turut terjadi di Kalsel.
Antara lain aspek kesiapan rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan, obat-obatan hingga aspek penunjang lainnya termasuk stok pasokan oksigen.
“Kita evaluasi komponen-komponen yang ada. Kalau andai kata terjadi peningkatan kasus masif, kita siap. Tapi tentu kita harapkan ini tidak terjadi,” beber Kapolda.(Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: cell
-
HEADLINE23 jam yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
PUPR PROV KALSEL23 jam yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Kemerdekaan
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun




