NASIONAL
Kakek Ngamuk Anaknya Diperkosa, Suami Istri Tewas Digetok Pakai Linggis
KANALKALIMANTAN.COM, JABAR – Seorang pria berusia 60 tahun berinisial AN membunuh pasangan suami istri, SA dan SR. Mereka dipukul-pukul pakai linggis hingga tewas mengenaskan.
Suami istri itu tewas mengenaskan dengan luka parah di bagian kepala. Kejadian itu terjadi, Minggu (10/5/2020) sekitar pukul 21.00 WIB di dalam rumah kontrakan, Kampung Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
“Korban SA tewas 15 menit setelah kejadian sementara istrinya (SR) sempat mendapat perawatan selama satu hari di rumah sakit,” kata Kapolres Metropolitan Bekasi Kota, Kombes Pol Wijonarko, Senin (11/5/2020).
———————–
PERINGATAN: Berita ini mengandung konten kekerasan. Penjelasan dalam berita semata untuk menjelaskan kronologi peristiwa. Jika menemukan kasus serupa, hubungi polisi terdekat!
————————–
Kepada penyidik, pelaku mengaku nekat melakukan aksi pembunuhan brutalnya itu lantaran kesal mendengar anak perempuannya di perkosa oleh SA. Mendengar kabar itu, AN naik pitam dan nekat menghabisi nyawa SA.
Sebelum menghabisi SA, Pria lansia itu telah menyiapkan sebilah linggis. Tepat pukul 21.00 WIB, pelaku yang satu lingkup kontrakan dengan korban itu menuju kontrakan korban. “Pelaku datang dan langusng mematikan meteran listrik, kemudian masuk dan membabi buta menghabisi SA dan istrinya. Kedua korban meninggal lima belas menit setelah kejadian dan istrinya meninggal sehari kemudian, dari hasil visum dan pemeriksaan melihat lukanya, korban dipukul berulang kali,” jelasnya.
Warga yang mengatahui aksi pelaku langsung menangkapnya ketika pelaku sembunyi di atas lantai 1 kontrakan. Atas perbuatannya pelaku bakal dijerat pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (suara.com)
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





