Connect with us

HEADLINE

Ironi Nasib Pemotong Rumput Taman Kota, ‘Pahlawan Lingkungan’ Penghasilan Pas-pasan

Diterbitkan

pada

Arbain (55), petugas kebersihan taman dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru. Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Peringatan Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November kembali menjadi refleksi tentang bagaimana perjuangan “pahlawan tanpa tanda jasa” yang sering kali luput dari perhatian publik maupun pemerintah.

Ironi itu justru masih dirasakan salah satunya oleh Arbain (55) seorang petugas kebersihan taman dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarbaru.

Di balik senyum tulus dan semangat bekerja, Arbain harus menghadapi realita hidup yang pahit.

Baca juga: Kapolres Banjar Pimpin Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Banjar

Sejak tahun 2000-an, ia selalu berangkat sejak pukul enam pagi, menjajaki diri dari satu taman ke taman yang lain di pinggiran kota sebagai operator mesin potong rumput.

Arbain bekerja dengan sepenuh hati, meski gaji yang diterima sering kali tidak sebanding dengan tanggung jawab yang dipikul.

Saat dijumpai Kanalkalimantan, Arbain mengaku telah menjadi pekerja kontrak harian lepas sebagai operator mesin potong rumput melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

Baca juga: Soeharto Resmi Diberi Gelar Pahlawan Nasional

“Saat jaman Rudy Resnawan jadi Wali Kota baru kita dibikinkan SK dari beliau, sampai sekarang, kurang lebih yang terhitung sejak 2005 sampai sekarang. Ya kita cuma operator mesin rumput mulai awal sampai ini,” ujar Arbain, Senin (10/11/2025).

Selama kurun waktu 20 tahun, Arbain menjalani pekerjaan tukang potong rumput demi bertahan hidup. Saat periode pengangkatan PPPK Paruh Waktu 2025, Arbain kembali dihadapkan dengan kenyataan dirinya tidak memenuhi syarat masuk pengajuan.

Arbain yang cuma jebolan Sekolah Dasar (SD) tak masuk dalam pengajuan PPPK Paruh Waktu yang mengharuskan minimal tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dalam perjalanan yang tak selalu mulus itu, Arbain mengaku pernah mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp100.000 saat zaman Wali Kota Aditya. Meski tak ada insentif atau tunjangan lainnya, ia mengaku tetap bersyukur.

Baca juga: Hari Pahlawan di Lapangan dr Murdjani, Ini Pesan Sekda Banjarbaru

“Ya, namanya kita bekerja pasti ada dukanya. Sabar tiap hari, kita mau kerja apa lagi, gak ada kebisaan yang lain, ya sudah kita ikhlas aja terima apa yang ada,” ungkap Arbain lirih.

Dia tetap bekerja dengan semangat yang luar biasa, meyakini bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan dengan hati yang lapang dan ikhlas membawa keberkahan tersendiri.

“Alhamdulillah, selama bekerja di Dinas Tata Kota dulu sampai sekarang, mencukupi aja keperluan di rumah tangga. Bisa memyekolahkan, bisa memberi nafkah istri, anak, bisa membantu keluarga,” ucapnya.

Dalam pengabdian, Arbain memiliki kontribusi dalam menjaga kebersihan dan estetika kota. Tugasnya terlihat ringan, tapi apa jadinya kalau petugas pemotong rumput taman ini tak melakukannya. Siapa selama ini yang membersihkan rumput-rumput liar yang ada di Banjarbaru.

Baca juga: Bupati HSU Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan

Arbain tak berharap banyak. Meski  terdengar biasa hanya ingin kisah perjuangan tak tersorot ini menjadi perhatian publik maupun pemerintah.

“Bersyukur Alhamdulillah, walaupun gajinya kalau dihitung memang tidak cukup. Nah, cuma terima apa nasib kita ini,” katanya.

Arbain berharap pemerintah dapat memperjuangkan dirinya sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan pegawai di Ibu Kota.

Baca juga: Jejak Pertempuran 9 November Banjarmasin: Awal Revolusi Fisik Pejuang Banjar

Hari Pahlawan tidak hanya mengenang mereka yang gugur di masa lalu, tetapi juga harus membela mereka yang berjuang hari ini. Termasuk pengabdian yang dilakukan Arbain adalah bentuk kepahlawanan yang sebenarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru Sirajoni mengakui dengan segala keterbatasan yang dimiliki untuk mengangkat seluruh tenaga honorer, pemerintah kota tetap mencoba memberikan perhatian lebih.

“Ada hal-hal yang mereka memang tidak bisa memenuhi syarat, tetapi pemerintah tetap memberikan apresiasi ataupun memberikan reward kepada mereka,” ucap Sekda Kota Banjarbaru Sirajoni.

Baca juga: Makam Letda Udara Cornelius Willem Dipindahkan ke TMP Sanaman Lampang

Misalnya, kata Sirajoni, Pemerintah Kota Banjarbaru memberikan gaji yang layak guna meningkatkan kesejahteraan.

“Dengan memberikan gaji yang layak, memberikan kesejahteraan lain dan sebagainya yang benar-benar itu dapat diberikan untuk meningkatkan kesejahteraan. Kita terus memperjuangkan mereka,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca