Ini Jasa PM Noor dalam Pembangunan Infrastruktur Indonesia - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kota Banjarmasin

Ini Jasa PM Noor dalam Pembangunan Infrastruktur Indonesia

Diterbitkan

pada

Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan nasional kepada PM Noor Foto: net

JAKARTA, Menjelang Hari Pahlawan Nasional, Presiden Joko Widodo mengumumkan akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada beberapa orang yang berjasa bagi bangsa dan negara. Salah satunya adalah Pangeran Mohammad (PM) Noor yang merupakan putra terbaik Kalsel.

PM Noor adalah gubernur pertama di Borneo atau Kalimantan. Tidak hanya menjadi gubernur di Borneo, almarhum juga pernah berjuang untuk kemerdekaan tanah Borneo. Ia juga menjadi seseorang yang menyatukan berbagai pejuang di Kalimantan, dalam basis yang dinamakan Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan di bawah pimpinan Hassan Basry pada 1945-1949.

Selain itu, PM Noor juga pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum atas penunjukan dari Presiden Sukarno. Di saat menjabat kedudukan itu, ia menggaungkan sejumlah proyek yakni pembangunan Waduk Riam Kanan di Kalimantan Selatan dan Waduk Karangkates di Jawa Timur. PM Noor juga memelopori proyek Pasang Surut di Kalimantan dan Sumatera.

Wilayah Sungai Barito yang terbagi menjadi dua bagian, yakni PLTA Riam Kanan dan Pengerukan Muara Sungai Barito telah dilaksanakan proyek pengembangan, dan selesai pada akhir 1970. Atas perjuangannya, dia menerima Anugerah Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Utama karena jasa pengabdian pada 1973.

Waduk riam kanan dan Karangkates di Jatim merupakan salah satu karya almarhum
Foto: net

Pada 15 Januari 1979, PM Noor wafat dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. Setelah 39 tahun kematiannya, beliau diberikan gelar pahlawan oleh Presiden Jokowi pada 10 November mendatang, tepat di peringatan Hari Pahlawan.

Sementara cucu PM Noor, Gusti Rudy Normansyah Noor menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga kepada semua pihak yang selama ini berjuang untuk mengusulkan kakeknya sebagai pahlawan nasional. “Baik Gubernur Kalsel, Wakil Gubernur, Kepala Dinsos Provinsi serta seluruh relawan tim yang bekerjasama meraih penobatan kakek saya ini,” ujarnya, Kamis (8/11).

Menurut Gusti Rudy, pihak keluarga sangat bahagia mendengar kabar baik ini. Ia mengapresiasi perjuangan keluarga serta semua pihak yang merintis gelar pahlawan nasional untuk kakeknya. Upaya ini sudah berlangsung sejak 2012, sebelum diseminarkan dalam skala nasional pada 2015. Tiga tahun bertikutnya pada 2018, PM Noor berhasil meraih penobatan gelar pahlawan nasional.

“Dari 2012 sudah kami merintis sebenarnya. Namun karena persyaratan dari pusat sangat banyak, akhirnya di tahun 2015 diseminarkan nama kakek saya kemudian kami mengikuti prosedur yang ada. Hingga 2018 tahun ini baru berhasil meraih gelar pahlawan nasional ini,” katanya.(rico)

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan