Kabupaten Banjar
Hadapi Ancaman Musim Kemarau, Pemkab Banjar Gelar Rakor PB Karhutla
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Rakor PB Karhutla) di Aula Kantor DPRKPLH, Martapura, Kamis (25/6/2026) pagi.
Rakor dibuka oleh Sekda Banjar H Yudi Andrea didampingi Kalaksa BPBD Wasis Nugraha. Dihadiri perwakilan BMKG, TNI, Polri, instansi vertikal, relawan serta sejumlah stakeholder terkait.
Sekda Yudi Andrea mengatakan langkah strategi ini diambil sebagai tindak lanjut atas Instruksi Gubernur Kalimantan Selatan guna memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman musim kemarau.
Baca juga: Kebocoran Kekayaan Negara Rp2.500 Triliun per Tahun

Berdasar data Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar, angka kasus Karhutla masih mendapat perhatian serius. Pada 2025 lalu, tercatat ada 61 kejadian yang menghanguskan lahan seluas lebih dari 189 hektare.
Sementara itu, memasuki periode Januari hingga Juli tahun 2026 ini, telah terjadi 5 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 39,8 hektare, disertai munculnya 20 titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Banjar.
“Pemerintah Kabupaten Banjar menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Pemeliharaan Hotspot Peralatan Gardu Induk Sungai Raya Berhasil Diselesaikan

Langkah antisipasi dini ini, lanjut Yudi dinilai kian krusial mengingat BMKG memperkirakan musim kemarau tahun 2026 akan berlangsung lebih kering, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga September mendatang.
“Pemerintah daerah juga meminta para camat, lurah, hingga kepala desa untuk terus mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain itu, penegakan hukum secara profesional akan tetap dilakukan terhadap pelanggar yang memicu terjadinya kebakaran,” ujarnya.
Ia berharap melalui koordinasi yang solid dan penyamaan langkah-langkah ini, Kabupaten Banjar diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana demi mewujudkan daerah yang aman, tangguh dan berkelanjutan.
Baca juga: Kader Posyandu Banjarbaru Dibekali Kemampuan Skrining Kesehatan Dasar
Hal senada juga disampaikan Kalaksa BPBD Banjar Wasis Nugraha, menyebut seluruh personel, peralatan, hingga sumber daya dari instansi terkait kini telah disiagakan, termasuk dukungan dari TNI, Polri dan para relawan.
Menurutnya, pemerintah daerah berencana mengaktifkan tiga titik strategi posko setelah dilakukan aktivasi posko utama. Tiga titik tersebut meliputi Posko Utama di BPBD, Posko Martapura Barat dan Posko Cintapuri Darussalam.
Selain ancaman Karhutla, BPBD Banjar juga fokus mengatasi dampak kekeringan dan krisis air bersih.
Baca juga: Kafilah HSU Dikunjungi Bupati Batola di Pemondokan MTQ
Berdasarkan laporan terbaru, droping air bersih dan bantuan tandon telah disalurkan ke sejumlah titik terdampak, di antaranya Pondok Pesantren Berutung Baru dan kawasan Tatah Makmur.
“Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih diimbau untuk segera mengajukan surat permohonan resmi melalui pihak desa yang diketahui oleh camat agar distribusi dapat segera dilakukan,” pungkas dia. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
-
Bisnis3 hari yang laluBank Kalsel Resmi Menjadi Bank Devisa
-
HEADLINE2 hari yang laluSiti Nur Adlina dari MA Hidayatullah Martapura, Terpilih Anggota Paskibraka Nasional 2026 Wakili Kalsel
-
Bisnis2 hari yang laluBank Kalsel Mulai Operasional Bank Devisa, Layani Transaksi Internasional
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluBupati HSU Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Surplus Rp180,46 M
-
DPRD Kota Palangka Raya2 hari yang laluKetua DPRD : Jangan Takut Beri Data Informasi ke Petugas Sensus
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluTahfidz 10, 20, dan 30 Juz Putra Kafilah HSU ke Final


