HEADLINE
Fenomena Motor Brebet di Banjarmasin: Banyak Masuk Bengkel, Pertamax Malah Kosong
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus dugaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang menyebabkan sepeda motor brebet membuat warga Banjarmasin beralih ke BBM jenis Pertamax.
Dari pantauan Kanalkalimantan.com, sejak Senin (3/11/2025), pemandangan tak bisa terlihat di sejumlah Satuan Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) Kota Banjarmasin. Misalnya di SPBU Jalan Adyhaksa, dimana antrean Pertalite yang biasa mengular menjadi sepi. Sebaliknya, antrean Pertamax yang biasanya sepi menjadi memanjang.
Sama halnya SPBU di Jalan Brigjen H Hasan Basri, antrean di jalur Pertamax tampak lebih banyak dibandingkan antrean. Pada jalur Pertalite yang terlihat lebih sedikit.
Baca juga: Dua SPBU di Banjarbaru Diperiksa Takaran dan Fisik Pertalite
Selasa (4/11/2025) siang, terpantau BBM Pertamax kosong atau habis di beberapa SPBU Kota Banjarmasin. Diantaranya SPBU Jalan A Yani, SPBU Jenderal Sudirman, SPBU S Parman, SPBU Belitung Darat.
Tak ada Pilihan Lain Bagi Warga
Hal ini tentu berdampak terhadap warga salah satunya Rizky, pengendara Ojek Online (Ojol) yang awalnya menggunakan Pertalite, kini beralih ke Pertamax karena motornya mengalami kendala brebet.

Pengemudi Ojol, Rizky (30) yang motornya mengalami kendala brebet setelah mengisi Pertalite. Foto: fahmi
Lelaki berusia 30 tahun ini mengatakan, Pertalite awalnya dipilih bukan karena mencari yang murah, tetapi menyesuaikan dengan pendapatansebagai Ojol. Rizky mengaku sudah mengetahui ada kabar bahwa Pertalite diduga menyebabkan motor brebet.
Baca juga: Tiga Meninggal Dunia Korban Kebakaran di Kampung Gadang Banjarmasin
Sampai akhirnya, musibah itu menghampiri motornya, pada Kamis (30/10/2025) lalu. “Awalnya itu aman-aman aja, selama ini memang pengguna Pertalite. Tapi seminggu ke belakang ini motor saya ikut brebet,” ucap Rizky, Selasa (4/11/2025).
Alhasil, dia harus membawa motornya ke bengkel. Beruntung tidak ada kerusakan signifikan, hanya ada penggantian busi dan direset ulang ECU di sepeda motornya. Pihak bengkel pun menyarankan untuk mengganti ke BBM. jenis Pertamax.
Namun, karena Pertalite masih banyak, ia memutuskan tidak menguras tanki dan tetap menggunakan Pertalite. Sampai pada sore harinya, motornya kembali mengalami kendala sama yakni brebet.
“Pertalite-nya masih sisa setengah liter dan mulai brebet lagi. Dikira balik lagi rusak ternyata pas ganti Pertamax sampai sekarang aman,” ungkap warga Sungai Jingah ini.
Baca juga: Driver Ojol Kena Dampak Brebet Diduga Usai Isi Pertalite, Hingga Beralih ke Pertamax
Lelaki yang telah menggeluti profesi Ojol selama 6 tahun ini menilai masalah memang ada pada kualitas Pertalite yang tidak sama dengan dulu. Kualitas Pertalite ini jangan diubah-ubah lah soalnya udah enak gitu,” jelas Rizky.
Kondisi ini jelas merugikan dirinya dan Ojol-Ojol lain karena jika kerusakan akibat bahan bakar ini besar, maka uang yang dikeluarkan untuk perbaikan juga semakin banyak.
Lebih jauh, apabila Pertamax susah dicari maka akan lebih menyulitkannya, terlebih di Kalimantan hanya memiliki Pertamina. Mau tidak mau, pilihannya mencari eceran yang harganya lebih mahal atau kembali ke Pertalite.
“Mau gak mau balik lagi isi Pertalite. Ya mau gimana lagi ya gak ada pilihan lain daripada gak ngojol,” pungkas Rizky.
Nasib serupa dialami Lutfi (22), saat melintasi Jalan Pramuka pada Rabu (29/10/2025) lalu, dia mengisi BBM Pertalite di daerah tersebut karena bar bensin menunjukkan tinggal satu batang.
Baca juga: Para Penjaga Listrik: Semangat Kepahlawanan di Menara Transmisi
Petaka muncul keesokan harinya pada Kamis (30/10/2025), Lutfi kala itu hendak mencari makan siang mulai merasakan ada yang tidak beres dengan motornya.
“Mulai terasa ga nyaman nih motornya, saya kira emng gara-gara kurang dipanasin soalnya Scoopy memang rawan brebet, oke lah di situ saya panasin lebih lama lagi,” beber mahasiswa Universitas PGRI Kalimantan, Rabu (5/11/2025).
Ternyata upaya itu tidak membuahkan hasil sebab motornya masih kurang nyaman. Saat Lutfi berkeliling Banjarmasin, dia hanya bisa melaju di kecepatan 20-40 km/jam lantaran efek macet atau brebetnya sangat terasa.
“Saat motor dinyalakan tanpa di gas, motor langsung mati jadi harus salalu di gas,” tutur Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar itu.
Alhasil, dia membawa motornya ke bengkel terdekat, pada Jumat (31/10/2025). Di sana, pihak bengkel menguras tangki BBM untuk mengeluarkan Pertalite serta mengganti busi motor, walaupun menurutnya busi tidak harus diganti sebab businya masih baru.
Baca juga: Kunci Tingkatkan Kepercayaan Publik Versi Ketua DPRD Banjarbaru
Setelah itu, pihak bengkel menyarankan untuk sementara mengganti BBM ke Pertamax. Hingga kini, kendala brebet itu tak lagi muncul usai beralih ke Pertamax.
“Kebetulan kondisi motor saya sekarang sudah nyaman dipake engga brebet lagi soalnya baru kemarin saya pakai perjalanan Banjarmasin-Batulicin,” terang Lutfi.
Dia berharap agar pihak terkait memperbaiki kualitas BBM subsidi seperti Pertalite agar kejadian sama yang menimpa banyak orang ini tidak terulang kembali.
“Banyak sekali yang merasa dirugikan, saya berharap pihak terkait segera memperbaiki bahan bakar subsidi yang mereka jual,” imbuhnya.
Baca juga: Empat Kadis Kosong Pemko Banjarbaru, BKPSDM Tunggu Arahan Wali Kota
Puluhan Motor Masuk Bengkel dengan Keluhan Sama

Sepeda motor yang masuk bengkel dengan kendala yang sama yakni brebet, Rabu (5/11/2025). Foto: fahmi
Kasus motor brebet membuat bengkel kebanjiran pelanggan, salah satunya di Bengkel Nisa & Riza Motor di Jalan Malkon Temon Banjarmasin. Pemilik Bengkel, Riza (39) mengaku keluhan motor brebet yang diduga karena Pertalite dimulai sejak Rabu (29/10/2025) lalu.
Sejak minggu lalu hingga sekarang, total sudah ada 50 unit yang masuk bengkelnya. “Banyak mas, dari hari Rabu minggu lalu sampai sekarang sudah sekitar 50 motor,” ucap Riza, Rabu (5/11/2025).
Bahkan, saking banyaknya, sebagian pelanggan ada yang ditolaknya karena mereka ingin cepat sedangkan karyawannya sedikit. “Hari ini sudah empat yang saya tolak karena mereka gak sabar sedangkan kami tenaganya berdua aja,” ungkapnya.
Dalam sehari, rata-rata ada 10 orang masuk bengkel. Keluhannya pasti sama yaitu motor brebet. Riza menyebut kondisi tersebut ada yang parah dan ada juga yang tidak parah.
Baca juga: Motor Ngadat Gegara Pertalite, Bengkel di Banjarbaru ‘Rawat Inap’ 15 Unit Sehari
“Yang para itu motornya sampai mogok atau mati total, kalau yang gak parah itu cuma gasnya yang sendat-sendat tapi masih nyala,” tukasnya.

Pemilik Bengkel, Riza (39). Foto: fahmi
Riza beranggapan, penyakitnya memang ada pada BBM Pertalite yang membuat busi mengapur atau memutih sehingga pembakaran tidak maksimal. “Setelah busi diganti dan dialihkan ke Pertamax, motornya baru aman,” hematnya.
Kendati demikian, dia tidak memanfaatkan situasi ini dengan mencari keuntungan. Bengkelnya hanya mematok harga Rp15.000 untuk biaya kuras tangki dan ganti busi dalam keluhan motor brebet ini.
“Kasian orang mas, ekonomi sekarang lagi sulit apalagi mereka yang golongan menengah ke bawah,” tutup Riza.
Baca juga: Kades Manusup Ikut Panen Raya Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan
Respon Tegas Pemerintah Daerah

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri. Foto: fahmi
Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri menyatakan, pihaknya mendengar maraknya keluhan masyarakat soal BBM Pertalite yang menyebabkan kendaraan brebet dan mogok setelah pengisian.
Menurutnya, situasi ini masuk dalam kategori serius lantaran berpotensi merugikan masyarakat luas serta menurunkan kepercayaan publik terhadap distribusi BBM bersubsidi di daerah.
“Ini bukan sekadar keluhan biasa. Ada indikasi persoalan kualitas bahan bakar yang tidak boleh dibiarkan. Rakyat membeli dengan uang mereka sendiri dan mereka berhak mendapatkan BBM yang bersih, sesuai standar dan tidak merusak kendaraan,” tegas Rikval, Rabu (5/11/2025).
Baca juga: Setda Banjar Laksanakan Sosialisasi Pengisian Aplikasi E-Kinjera bagi ASN
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, belakangan ini stok Pertamax di sejumlah SPBU juga dilaporkan habis, diduga karena masyarakat menghindari Pertalite yang disebut bermasalah. Lantas, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa rantai distribusi dan pengawasan BBM di Banjarmasin harus segera diaudit secara menyeluruh.
“Faktanya, habisnya Pertamax bukan karena lonjakan permintaan biasa, tapi karena masyarakat takut membeli Pertalite. Ini persoalan kepercayaan dan harus segera dijawab dengan data serta tindakan,” ujarnya.
Lebih jauh, Rikval dengan lantang mengatakan, DPRD Kota Banjarmasin akan segera meminta klarifikasi atau memanggil Pertamina Patra Niaga, Dinas Perdagangan dan pihak SPBU untuk meminta penjelasan resmi dan memastikan dari mana akar persoalan ini muncul.
“DPRD hadir karena merasakan apa yang dirasakan masyarakat. Kami ingin tahu apakah masalahnya di tangki penyimpanan, di jalur distribusi atau di sistem pengawasan. Semua harus dibuka terang-benderang,” jelasnya.
Apabila terbukti ada kelalaian teknis atau manipulasi di lapangan, maka konsekuensinya harus jelas dan tegas. Pada dasarnya, pemerintah wajib untuk melindungi konsumen.
Baca juga: BPK RI dan Bappenas Lakukan Pemeriksaan Pendahuluan Ketahanan Pangan di Kapuas
Sebagai langkah awal, Rikval juga mengusulkan pembentukan posko pengaduan resmi BBM di Banjarmasin yang dapat diakses warga secara daring maupun langsung di lapangan.
“Kita butuh sistem cepat tanggap. Warga bisa melapor, data terkumpul dan pemerintah bisa langsung melakukan pengecekan lapangan. Ini cara paling konkret untuk memulihkan kepercayaan publik,” terangnya.
Rikval juga menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi, sembari menegaskan bahwa DPRD akan berdiri di garis depan membela kepentingan rakyat.
“Saya lahir dan tumbuh di kota ini. Saya tahu bagaimana rakyat mencari nafkah setiap hari. Kalau sampai kendaraan mereka rusak karena BBM yang tidak layak, itu bukan sekadar keluhan, itu bentuk ketidakadilan.” pungkas Ketua DPRD Kota Banjarmasin.
Senada, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Sekretaris Daerah Kota (Sekdako), Ikhsan Budiman menerangkan, pihaknya menunggu langkah Pertamina untuk menyelesaikan persoalan ini.
Baca juga: Tumbangkan Banjarmasin, Tim Putra Basket Banjarbaru Raih Emas Porprov XII
“Kita tunggu aja hasil pemeriksaan sampel yang pasti dilakukan pihak Pertamina di beberapa SPBU yang ada, kita tunggu juga langkah yang akan diambil Pertamina dalam mengatasi permasalahan in” ujar Ikhsan, Rabu (5/11/2025).

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman. Foto: fahmi
Dengan demikian, Pemko Banjarmasin menginginkan pelayanan yang baik terhadap konsumen di Kota Seribu Sungai. “Kita tidak ingin masyarakat kita dirugikan terhadap hal ini,” tandasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Kualitas Produk BBM Sesuai Standar
Merespon keluhan masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan kualitas layanan dan produk BBM yang disalurkan terhadap konsumen guna memenuhi standar kualitas maupun kuantitas.
Baca juga: BPJS Kesehatan Bersama Pemkab Kapuas Gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Umum
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan PT Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun mengatakan, hal itu dibuktikan dengan adanya pengecekan rutin kualitas dan kuantitas, serta keteparan takaran dispenser SPBU.
“Kami rutin mengecek mutu BBM, dan kuantitas penyaluran serta pelayanan di SPBU agar memastikan semua proses distribusi berjalan tepat sehingga masyarakat merasa aman,” ucap Edi, Minggu (2/11/2025).

Stok BBM Pertamax habis di sejumlah SPBU Kota Banjarmasin, salah satunya SPBU Jalan Belitung Darat, Kamis (4/11/2025). Foto: fahmi
Lebih lanjut, bagi masyarakat yang memiliki keluhan atau kendala dapat melaporkan secara resmi lewat Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com, media sosial @pertamina.135, atau SPBU terakhir pengisian dengan melampirkan bukti transaksi.
Pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat yang melaporkan secara resmi sebagai bentuk komitmen kepada pelanggan setia Pertamina.
Baca juga: Ketua KNPI Banjarmasin Apresiasi YouthFest 2025
“Kami menindaklanjuti setiap laporan yang masuk secara transparan dan akuntabel agar memastikan laporan yang diterima sungguh berasal dari pelanggan yang membeli BBM di Pertamina,” jelas Edi.
Masih ujar Edi, pelanggan yang melaporkan secara resmi akan ditindaklanjuti berupa perbaikan di bengkel tujuan. Apabila telah memperbaiki sendiri, maka pelanggan juga bisa melaporkan secara resmi dan akan diverifikasi jenis perbaikan kendaraan sesuai bukti yang dilaporkan.
Langkah penting ini dilakukan supaya proses tindak lanjut laporan dieksekusi dengan baik dan bisa dipertanggungjawabkan.
“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjaga kualitas layanan dan produk BBM untuk semua pelanggan,” tandasnya.
Sementara itu, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani memaparkan, pihaknya telah melakukan pengecekan kualitas dan kuantitas (Quality Quantity Check) di dua titik SPBU Kota Banjarmasin.
Kedua SPBU yang dimaksud antara lain SPBU 64.702.02 Jalan A Yani Km 6 dan SPBU 64.701.08 Jalan Belitung Darat, Kuin Selatan, Banjarmasin.
Baca juga: YouthFest Banjarmasin 2025 Wadah Apresiasi Para Pemuda
Sales Area Retail Kalimantan Selatan bersama Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) juga telah mengecek SPBU Banua Anyar dan beberapa SPBU lainnya.
Hasilnya, pengecekan terhadap sampel tangki penyimpan dan nozzle memperlihatkan BBM Pertalite memenuhi persyaratan baik secara kualitas maupun kuantitas.
“Kami akan tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan lanjutan agar semua distribusi disalurkan dengan kualitas produk sesuai standar,” ujar Isfahani.
Dengan demikian, Isfahani menegaskan pengawasan mutu BBM terus dilakukan secara rutin dan berlapis mulai Terminal BBM sampai SPBU penyalur.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab Pertamina terhadap masyarakat,” tutup EGM Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE1 hari yang laluIni Prakiraan Kondisi Cuaca Kalsel dalam Sepekan ke Depan
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluPAD Kalsel 2025 Capai Rp10,94 Triliun
-
Kota Banjarbaru18 jam yang laluCek Kondisi Kolam Renang Idaman Terkini, Ini Respon Komisi III DPRD Banjarbaru
-
Ekonomi1 hari yang laluKetua OJK: Pengaduan Scam Tak Boleh Berbelit
-
NASIONAL1 hari yang laluOJK Kembalikan Dana Korban Scam Rp161 Miliar
-
HEADLINE2 hari yang lalu18 Adegan Rekontruksi Mantan Polisi Habisi Mahasiswi



