Kalimantan Tengah
Dua WNA Cina Ditangkap Gara-gara Lakukan Penambangan Emas Ilegal di Kalteng
KANALKALIMANTAN.COM, PALANGKARAYA– Dua warga negara asing (WNA) asal Cina ditangkap jajaran Polres Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Mereka ditangkap karena diduga melakukan penambangan emas secara ilegal.
Kapolres Kotawaringin Barat AKBP Devy Firmansyah seperti dilansir Tempo.co mengatakan, kedua warga Cina yang ditangkap itu bernama Yin Zhejun yang bertindak sebagai koordinator dan Xiao Weiting yang merupakan bagian operasional penambangan emas di lapangan.
“Keduanya ditangkap pada tanggal 8 Febuary 2021 lalu di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).
Penangkapan keduanya ini dilakukan usai polisi mendapatkan laporan adanya aktivitas penambangan emas yang diduga ilegal dan melibatkan warga negara asing.
Menurut mantan Kapolres Barito Selatan (Barsel) ini, kedua orang itu mencari emas dengan berbagai cara. Mulai dengan menggunakan alat berat, menggunakan metal detector hingga memakai bahan kimia seperti karbon, kapur, boraks, semen putih dan ethanol.
Saat dini Polres Kotawaringin Barat sudah melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Cina di Jakarta untuk masalah penambangan ilegal ini. “Pemerintah Cina mempersilakan dua orang itu diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia,” katanya.(Kanalkalimantan.com/tempo)
Editor : Cell
-
Olahraga2 hari yang laluSubhan Nor Yaumil Pimpin ICF Kalsel, Tour de Loksado Dihidupkan Kembali
-
HEADLINE3 hari yang laluKarhutla Belum Padam, Luas Terbakar di Palangka Raya Capai 434,6 Hektare
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluInovasi “PASTI” SDN Hambuku Lima, Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Tahan Banting
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluRapat Paripurna, Bupati Banjar Sampaikan Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang lalu41 Inovasi Ide dari Desa Pakacangan, Bukti Potensi Warga Menjawab Tantangan
-
HEADLINE23 jam yang laluKarhutla Kalsel: Tercatat 2.019 Kejadian, Hanguskan 9.943,26 Hektare





