Kalimantan Selatan
Dorong Produk Ekspor Unggulan dari Kawasan Cahaya Baru Batola
KANALKALIMANTAN.COM, MARABAHAN – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia (Kementrans RI) menggelar kegiatan sosialisasi dan tindak lanjut program produk ekspor di kawasan transmigrasi Cahaya Baru, di Desa Karang Indah, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, berlangsung selama tiga hari, 20-22 Agustus 2025.
Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, hadir membuka kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat orientasi ekspor produk unggulan hasil transmigrasi.
“Kami berharap dari kawasan transmigrasi seperti Cahaya Baru, akan lahir produk-produk ekspor seperti jeruk, jamur tiram, hingga beras. Produk ini bukan hanya dikembangkan, tapi juga diarahkan untuk pasar global,” ujar Viva Yoga, Rabu (20/8/2025) siang.
Baca juga: 29-31 Agustus Banjarmasin Hadirkan Festival Musik Tradisi Indonesia
Wamentrans menjelaskan, pelatihan ekspor yang dihadirkan juga menggandeng narasumber dari kalangan eksportir, serta buyer internasional melalui zoom meeting. Beberapa pengusaha dari Hong Kong juga dijadwalkan untuk menjalin komunikasi dagang secara daring.
Komoditas jeruk lokal menjadi salah satu produk andalan. Tidak hanya dalam bentuk segar, namun juga dikembangkan menjadi serbuk sari jeruk dan bahan baku es krim, termasuk berbagai produk turunan lainnya. Sementara jamur tiram dan beras juga dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.
“Kami ingin kawasan transmigrasi tidak hanya fokus pada pangan dasar, tapi juga berkembang ke arah komoditas bernilai tambah dan berdaya saing global,” tambah Wamen RI.
Baca juga: Kabar Kenaikkan PBB P2, BPPRD Banjarbaru Malah Beri Insentif Potongan
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, menyambut baik kehadiran Wamentrans RI dan menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memberdayakan masyarakat transmigran.
“Penetapan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu dari 45 kawasan transmigrasi prioritas nasional adalah amanah besar. Kami siap mengembangkan kawasan ini menjadi pusat ekonomi baru,” tegas Syarifuddin.
Sekdaprov Kalsel menambahkan bahwa komoditas seperti padi, jagung, dan jeruk di Barito Kuala berpotensi menjadi produk bernilai tambah dan siap bersaing di pasar ekspor. Apalagi, kawasan ini telah lama dikenal sebagai lumbung pangan Kalsel.
Baca juga: Catatan Komisi III DPRD Banjarbaru untuk Proyek Jembatan A Yani Km 31,5
“Arahan Presiden RI Prabowo Subianto jelas bahwa transmigrasi harus mendukung swasembada pangan dan pemerataan pembangunan. Cahaya Baru di Batola ini punya peluang besar menjadi ikon transmigrasi modern,” katanya.
Pemerintah Provinsi Kalsel bersama Kementerian Transmigrasi RI akan terus memperkuat kolaborasi dengan balai pelatihan pemberdayaan transmigrasi, distributor, dan pelaku digital marketing guna memperluas akses pasar bagi masyarakat transmigran.
Kementrans RI berharap kawasan Cahaya Baru bisa menjadi pionir dalam menciptakan kawasan transmigrasi yang produktif, berorientasi ekspor, dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. (Kanalkalimantan.com/mckalsel)
Editor: kk
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluEnam Relawan Pemadam Karhutla Dilarikan ke RSUD saat Bertugas, Bupati Banjar Pastikan Pengobatan Gratis
-
HEADLINE3 hari yang laluWalhi: Pemerintah Tidak Serius Tangani Karhutla di Kalteng
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluProduk Kriya Unggulan UMKM Banjarbaru Tampil di Trade Expo Indonesia 2026
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluGrup Sinoman Hadrah Al-Fatah Banjarmasin Pertahankan Gelar Juara di Festival Budaya Banjar 2026
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluBupati Kapuas Buka Festival Seni Qasidah XII Tingkat Provinsi Kalteng
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluDinsos Kapuas Mendorong Penerapan Perlinsos Digital



