Connect with us

Kab. HSU

Disperindagkop HSU Bersiap Penilaian UP2K Tingkat Nasional 2020

Diterbitkan

pada

Disperindagkop HSU melatih UKM untuk persiapan UPPKS nasional Foto : dew

AMUNTAI, Belasan ibu-ibu dari berbagai UKM diberikan pelatihan teknis pengolahan pangan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di unit rumah pelatihan kota Raja, dari tanggal 2-4 Desember.

Para peserta yang terdiri ibu-ibu pelaku usaha kecil Menengah (UKM) mikro di beberapa desa ini, mendapatkan pelatihan pembuatan olahan pangan. Mulai pengolahan kerupuk kribu yang berbahan singkong, naget, bakso ikan, kue-kue kering dan lainnya.

Kabid Perindustrian Disperindagkop-UKM HSU, H M Yani mengungkapkan, pelatihan ini memberikan model baru pengolahan makanan. Nantinya, mereka akan ikut serta dalam penilaian UPPKS tingkat nasional, setelah meraih peringkat pertama di Kalsel.

“Peserta enam orang dari UP2K Desa Banyu Hirang rencananya akan mengikuti penilaian tingkat nasional. Melalui kegiatan ini, kita bina kembali ibu-ibu dari desa sana, untuk persiapan penilaian tersebut,” ujar Yani, Rabu (4/12).

Selain memberikan pelatihan pengolahan pangan yang baru, para peserta juga diberikan materi tentang cara pengemasan produk agar lebih menarik lagi. “Melalui sektor industri kita bina produk-produk olahan, mulai dari pembuatan kerupuk kribu, naget, dengan kemasannya dan lain sebagainya,” katanya.

Yani berharap nantinya para ibu-ibu binaan dapat maksimal membuat model-model panganan khususnya bagi ibu-ibu di desa Banyu Hirang yang bakal menghadapi penilaian UP2K ditingkat Nasional tahun 2020 mendatang.

Menarik dalam kegiatan ini disamping membuat olahan dari bahan ikan patin, ayam dan singkong para peserta juga diberikan materi mengenai pemanfaatan putih telur menjadi panganan unik dan menarik. “Biasanya kuning telur dibuat untuk pembuatan kue-kue kering, kelemben, bolu dan lainnya, sedangkan putihnya kita manfaatkan menjadi kue ini, bahannya pun mudah cukup ditambah gula dan pengembang sedikit,” imbuh Dessy salah satu narasumber dari UKM Kasalaput yang didatangkan dari Banjarbaru.(dew)

Reporter : Dew
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->