Connect with us

Hukum

Digeledah! Kantor Perusahaan Pinjaman Online di Kalimantan Barat

Diterbitkan

pada

Polda Kalbar menggeledah kantor perusahaan pinjaman online PT Sumber Rejeki Digital (SRD) di Jalan Veteran, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan, Jumat (15/10/2021). Foto: SuaraKalbar.id/Istimewa]

KANALKALIMANTAN.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar menggeledah kantor perusahaan pinjaman online (pinjol) PT Sumber Rejeki Digital (SRD) di Jalan Veteran, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan, pada Jumat, 15 Oktober 2021.

Dalam penggerebekan ini, ada 14 orang yang diamankan dan masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, penggerebekan ini sebagai respons cepat atas laporan masyarakat yang resah terhadap maraknya praktik pinjol yang dijalankan fintech ilegal.

“Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai kantor pinjaman online yang mengancam keselamatan dan merugikan masyarakat,” katanya, Sabtu, 16 Oktober 2021.



 

 

Saat digerebek, tim mendapati para karyawan sedang menjalani perkerjaannya. Beserta barang bukti, 14 pekerja itu diamankan ke Polda Kalbar.

Baca juga: 2 Tahun Ferdinand Membangun Mimpi Wujudkan Kapal Pesiar Pinisi ‘Sehat Elona’ di Pagatan

“Mereka sebagian besar bertugas menjadi operator sekaligus Desk Collection (Descoll),” kata Luthfie.

Barang bukti yang sudah disita berupa 22 unit laptop, 18 unit handphone, sembilan unit CPU komputer, tujuh simcard, tiga modem dan dokumen-dokumen terkait pinjol tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan, perusahaan pinjaman online itu memiliki 14 aplikasi yang tidak terdaftar di OJK,” kata Luthfie.

Perusahaan yang berdiri sejak Desember 2020 ini memiliki karyawan aktif sebanyak 66 orang dan memiliki nasabah 1.600 orang. Perputaran uang yang dihasilkan dari praktik pinjol ilegal tersebut sebanyak Rp 3,25 miliar. Korbannya kebanyakan dari luar Kalbar.

Baca juga: Bareskrim Polri Segel Tambang Batu Bara Ilegal di Tanbu

“Saya mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman online ilegal. Awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus, tapi kemudian menjerat nasabahnya,” pesannya. (Suara.com)

Editor: suara


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->