Bisnis
Di Tengah Pandemi, Budidaya Ikan Sistem Bioflok Cecep Hasilkan Jutaan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Budidaya pembibitan ikan menjadi primadona di masa pandemi. Tahan banting, karena permintaan terus berdatangan, bahkan hingga memenuhi permintaan luar daerah.
Kondisi itu diakui Agus Sarif Hanafi, Warga Balitan 13, Kelurahan Loktabat Utara, dengan memanfaatkan lahan kosongseperempat hektare, ia berhasil membudidaya kolam bioflok.
Awalnya hanya ikan gabus dan ikan papuyu, setelah 3 tahun berjalan jenis yang dibudidayakannya bertambah, seperti ikan sepat brazil, koi, koki, komet, cupang dan gapi-gapi.
Budidaya ikan ini tidak hanya bertujuan untuk wirausaha, melainkan bisa juga untuk penelitian mahasiswa dari skripsi, tesis, sampai disertasi.

Baca juga : Banjarbaru dan Banjarmasin Turun Level PPKM, Benarkah?
Kolam bioflok milik Agus Sarif Hanafi alias Cecep dilakukan di Jalan Mentaos Raya, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.
“Kami memakai sistem bioflok, di tempat kami tidak hanya untuk wirausaha, bisa juga penelitian mahasiswa,” ungkap pria yang sehari-hari menjadi dosen di Universitas Lambung Mangkurat ini.
Di tempat pembudidayaan miliknya, ia dibantu oleh para mahasiswa untuk mengembangkan dan mengasah keterampilan di luar jam kuliah.
“Di sini kami juga memupuk mahasiswa untuk bisa berwirausaha, agar setelah lulus kuliah tidak bingung lagi dalam mencari pekerjaan,” ujarnya.

Baca juga : Pertama di Kalsel, RSD Idaman Jadi Rumah Sakit Unggulan Pelayanan KB
Penjualan hasil budidaya bioflok ini bisa menghasilkan omset mencapai Rp 5-15 juta setiap bulannya.
Cecep juga selalu bermitra dengan pemerintah maupun masyarakat untuk sinergisitas dalam memperkembangan budidaya ikan di Kota Banjarbaru. Pihaknya juga sudah membuat MoU antara Fakultas Kelautan dan Perikanan ULM dan Dinas Pertanian.
“Silakan bagi mahasiswa maupun masyarakat umum untuk belajar pembudidayaan ikan, maupun pemasaran,” katanya.
Diakui Cecep, ada beberapa kendala yang sering dihadapi, seperti penyakit dan pengeringan irigasi, menyebabkan air tidak mengalir dan berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi ikan.
Baca juga : Ikan Haruan Semakin Langka, Pokdakan di Banjarbaru Kembangkan Sistem Jaring Bertingkat
Budidaya ikan sistem bioflok diyakinia bisa memperbaiki ekonomi dan bisa dijadikan penghasilan masyarakat.
“Kalau ingin diberikan bimbingan kami siap membantu dari merintis pemasangan alat, pembibitan hingga panen, sistem bioflok dan pembudidayaan ikan yang benar, silakan saja datang ke sini,” tutupnya. (kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluWabup Lantik 177 Pejabat di Lingkungan Pemkab Banjar
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMusrenbang RKPD 2027, Wali Kota Lisa Komitmen Peningkatan Kualitas Hidup
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu27 PNS dan 5 CPNS Pemko Banjarbaru Dilantik Terima SK
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluHari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas, Gubernur Kalteng: Penguatan Sektor Pertanian
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluDPRD HSU Setuju Raperda RTRW 2026-2046 Menjadi Perda
-
Ekonomi3 hari yang laluEkonomi dan Fiskal Kalsel Awal 2026 Positif, Inflasi Bulanan 0,86 Persen





