WARGA+62
Desain Amplop Lebaran Ini PHP Banget, Warganet: Tumbuh Dendam Kesumat
KANALKALIMANTAN.COM – Menjelang lebaran, biasanya orang tua dan saudara yang sudah bekerja menyiapkan amplop untuk diberikan pada anak-anak yang berisi sejumlah uang. Anti mainstream, sebuah penampakan amplop lebaran yang sangat menjebak ini membuat warganet geli sekaligus emosi.
Akun fanspage Twitter bernama @depresionistaa membagikan unggahan mengenai dua sisi amplop yang berbeda.
Cukup kocak, postingan yang dibagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 12 ribu Retweet dan 21 ribu Like.
Ratusan warganet ikut memberikan komentar di mana mereka merasa geli sekaligus emosi dengan desain amplop anti mainstream tersebut.
Bahkan banyak warganet jahil yang ingin membeli amplop itu untuk diberikan kepada saudara-saudaranya.
Absurd abis, postingan juga memancing warganet untuk memberikan meme balasan.
Pada postingan, terlihat sebuah amplop lebaran dengan tulisan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”.
Ketika dibuka pertama kali, maka muncul sebuah “siluet” mirip dengan uang Rp 100 ribu.
Namun setelah dibuka pada isi amplopnya, uang Rp 100 ribu hanya sebuah gambar saja. Isi amplop sebenarnya merupakan uang Rp 5 ribuan.

Uang Rp 100 ribu ternyata hanya ilustrasi. (Twitter/ @depresionistaa)
Melihat postingan ini, terdapat warganet yang menyeletuk bahwa amplop lebaran tersebut bisa memicu dendam kesumat.
Amplop yang sangat PHP itu mendapatkan beragam komentar dan meme balasan dari warganet.
“Baru maaf-maafan, langsung tumbuh dendam kesumat,” komentar @egialfiyan.
“Ini beli amplopnya di mana? Please kasih tau !!” tanya @bimtut.
“Udah minta maaf, eh lanjut di-prank,” balas @AnangMr.
“Amplop yang paling ngeselin (emoticon tertawa),” tulis @Miptul.
Itulah tadi desain amplop lebaran anti mainstream sehingga viral di Twitter, jangan coba-coba prank saudaramu ya!. (suara.com)
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE2 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE3 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi





