Connect with us

HEADLINE

Cek Rumah Kebanjiran Malah Tewas Tersetrum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Korban Meninggal Akibat Banjir di Kabupaten Banjar Bertambah


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Polisi menunjukkan posisi AA ditemukan tewas tesetrum.
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Korban meninggal dunia karena banjir yang melanda Kabupaten Banjar bertambah.

Seorang lelaki warga Desa Antasan Senor, RT01/RW01, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, AA (45) meninggal dunia akibat tersengat listrik, Sabtu (23/1/2021) sekitar pukul 17:30 Wita.

Kapolsek Martapura Timur, Ipda Samsul Bahri, membenarkan hal tersebut.

“Untuk kronologinya, yakni sekitar pukul 16:00 Wita, korban menengok rumahnya yang masih terendam banjir setinggi 20 centimeter di Desa Antasan Senor untuk membersihkan dan mengecek isi rumah,” ucap Samsul Bahri, saat dikonfirmasi Kanalkalimantan.com, Sabtu (23/1/2021) malam.



 

Bola lampu dan kabel yang kemungkinan menyebabkan korban tesetrum
Foto: Istimewa

Kemudian, lanjut Kapolsek, sekitar pukul 17.00 Wita, tetangga korban mendengar suara terjatuh dan teriakan minta tolong kemudian melihat korban sudah dalam posisi telungkup.

“Warga sekitar menduga korban tersengat arus listrik kemudian warga langsung mematikan KWH rumah korban,  selanjutnya korban langsung dievakuasi,” bebernya.

Dia juga mengatakan, sekitar pukul 17.15 Wita korban dibawa ke rumah sakit Ratu Zalecha Martapura karena kondisinya pingsan akan tetapi masih bernafas.

Sekitar pukul 17.45 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Sekitar pukul 18.00 Wita, korban dibawa ke rumah saudaranya di Jalan Berlian RT 01 Pesayangan Selatan, Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar untuk disemayamkan.

Kapolsek mengimbau masyarakat berhati-hati jika mau membersihkan rumah yang terendam banjir, untuk KWH agar dalam posisi off guna menghindari terulangnya kembali hal-hal yang tidak diinginkan.

Berdasar data yang dirilis Bappeda Litbang Kabupaten Banjar pada Jumat (22/1/2021) tadi sudah ada 5 korban meninggal akibat banjir.

Meninggalnya AA kemarin menjadikan jumlah korban meninggal akibat banjir di Kabupaten Banjar menjadikan korban meninggal yang terdata berjumlah 6 orang.
(kanalkalimantan.com/wahyu)

Reporter: Wahyu
Editor: Dhani


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

HEADLINE

Lahirnya Para Pemimpin Muda di Kalsel, 3 Kepala Daerah Ini Masih Berusia 30-an

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Tiga kepala daerah di Kalsel yang masih berumur 30-an saat memimpin daerah. Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wajah-wajah pemimpin baru harapan Banua telah lahir bersamaan dengan dilantiknya 5 pasangan kepala daerah di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (26/2/2021) pagi. Bahkan yang tak kalah menarik, di antara mereka telah muncul para figur pemimpin muda.

Kanalkalimantan.com merangkum 3 kepala daerah di Kalsel sosok pemimpin yang masih sangat muda dalam mengemban masa jabatan 4 tahun ke depan. Berikut ulasannya;

1. Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, menjadi salah satu pemimpin muda. Aditya lahir di Banjarbaru, 21 Maret 1984, dan saat ini baru menginjak usia 36 tahun.

Secara karir politik, Aditya jauh lebih berpengalaman. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini sudah lebih dulu menduduki kursi anggota DPR RI dalam ajang Pemilu Legislatif (Pileg) 2009. Meskipun, kursi wakil rakyat itu tak berhasil dipertahakan, tak kala dirinya harus menelan pil kekalahan di Pileg 2019.



 

Kendati demikian, anak kedua dari Rudy Ariffin —-Gubernur Kalimantan Selatan periode 2005-2010 dan 2010-2015, itu kembali dengan semangat baru. Membidik kursi Wali Kota Banjarbaru, ia bersama pasangannya Wartono, Ketua DPC PDI Perjuangan Banjarbaru, sukses mengunci kemenangan dalam ajang Pilkada 2020 usai memperoleh 40 ribu lebih dukungan suara.

2. Bupati Banjar, Saidi Mansyur
Saidi -akrab disapa, adalah pria kelahiran Banjarbaru, 5 Mei 1987. Diusianya yang saat ini menginjak 33 tahun, ia telah berhasil merengkuh jabatan pimpinan kepala daerah selama 2 periode.

Ya, pria yang dikenal hobi bermain sepak bola ini sebelumnya telah menjadi Wakil Bupati Banjar periode 2016-2020, mendampingi KH Khalillurrahman. Langkah berani diambil Saidi dalam pencalonannya di Pilkada 2020, dimana kali ini dirinya memutuskan maju ke “papan 1” atau sebagai calon Bupati Banjar.

Membawa figur tokoh agama yakni Habib Idrus Al Habsy sebagai pendampingnya, Saidi membuktikan bahwa dirinya mampu merengkuh tahta tertinggi di kota berjuluk Serambi Makkah tersebut. Ia dinyatakan terpilih setelah sukses mengantongi 141.619 dukungan suara.

3. Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Aulia Oktafiandi
Aulia Oktafiandi, pria kelahiran Banjarmasin, 24 Oktober 1984 ini baru menginjak usia 36 tahun. Meski begitu, tempaan karir politiknya bisa dipastikan bukan hanya isapan jempol.

Aulia telah mencicipi kursi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan 2014 hingga 2015. Kemudian, di tahun selanjutnya, ia diangkat Tenaga Ahli DPR RI sejak 2016 hingga 2021.

Pilkada 2020 kemarin, Aulia maju sebagai calon Bupati HST dengan menggandeng Mansyah Sabri. Slogan pasangan ini yang populer dikenal “AMAN” –akronim Aulia dan Mansyah- nyatanya berhasil menarik perhatian masyarakat HST. Keduanya sukses memenangkan Pilkada dengan torehan 61 ribu lebih dukungan suara. (kanalkalimantan.com/rico)

Reporter : rico
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

HEADLINE

SAH. 5 Kepala Daerah di Kalsel Dilantik Secara Tatap Muka, Tamu Undangan Dibatasi

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Pelantikan lima pasangan Bupati/Wali Kota oleh PJ Gubernur Kalsel di Mahligai Pancasila Foto: ist
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Lima pasangan Kepala Daerah di Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi dilantik Pj Gubernur Kalsel Safrizal di Gedung Mahligai Pancasila untuk masa jabatan 2021-2024, Jumat (26/2/2021).

Pelantikan dimulai pukul 09.00 Wita dengan pelaksanaan protokol ketat, dalam ruangan dibatasi hanya 25 orang.

Dan pantauan kanalkalimantan.com para kerabat kepala daerah yang dilantik, hanya bisa melihat acara pelantikan melalui tayangan Videotron.

Pelantikan diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Surat Keputusan pelantikan, dan pembacaan sumpah jabatan yang dipimpin Safrizal.



 

Lima kepala daerah yang resmi di lantik tersebut adalah pemenang Pilkada di Tahun 2020, di antaranya Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Arifin dan Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono.

Bupati Kabupaten Banjar Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus. Selanjutnya, ada pasangan Aulia Oktafiandi-Mansyah Sabri yang dilantik menjadi Bupati-Wakil Bupati HST.

Abdul Hadi-Supiani sebagai Bupati Balangan, dan Bupati Tanah Bumbu adalah Zairullah Azhar-M Rusli
Sedangkan untuk dua daerah lain seperti Banjarmasin dan Kotabaru, masih menunggu hasil final di Mahkamah Konstitusi lantaran ada sengketa hasil pilkada. Diakhir acaranya tersebut, para 5 calon kepala daerah tersebut melakukan poto bersama. (Kanalkalimantan.com/putra)

Reporter: putra
Editor: cell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->