Kabupaten Banjar
Buka Rapat Kerja, Ini Harapan Bunda PAUD Kabupaten Banjar
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Bunda PAUD Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas membuka Rapat Kerja (Raker) di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Martapura, Jumat (30/1/2026) pagi.
Kegiatan itu digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Banjar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Liana Penny, pengurus Pokja Bunda PAUD serta para pemangku kepentingan di bidang PAUD.
Baca juga: Saat Sasirangan dan Soto Banjar jadi Perbincangan Pelajar di Taiwan

Rapat kerja menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja sekaligus menyelaraskan langkah dalam upaya meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Banjar.
Dalam arahannya, Hj Nurgita Tiyas menyampaikan bahwa di tengah kebijakan efisiensi anggaran di berbagai sektor, pihaknya tetap berupaya memastikan layanan pendidikan PAUD berjalan optimal dan ramah anak.
Hal tersebut dilakukan untuk mendukung gerakan Wajib Belajar 13 Tahun sebagaimana dicanangkan pemerintah pusat.
“Ke depan, dimungkinkan akan lahir program-program baru. Jika terdapat kebutuhan yang dinilai mendesak dan penting, maka perlu dikawal bersama agar mendapat perhatian dari jejaring dan pemangku kepentingan terkait,” ujar dia.
Baca juga: Pelatihan AI Ready ASEAN: AI Itu Alat Pendukung, Bukan Pengganti Manusia

Nurgita Tiyas yang akrab disapa Gita menjelaskan, Pokja Bunda PAUD merupakan bagian dari tim yang memperkuat tugas dan fungsi Bunda PAUD.
Tim ini tidak hanya menjalankan fungsi kelembagaan, tetapi juga mengedepankan visi dan misi organisasi yang tergabung dalam Pokja Bunda PAUD.
Menurut dia, evaluasi secara berkala sangat diperlukan untuk pembaruan program agar selaras dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, pemerintah daerah perlu memastikan sarana dan prasarana PAUD yang disediakan aman dan layak digunakan anak-anak.
“Kita harus memastikan fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah melalui satuan PAUD benar-benar mendukung proses pembelajaran dan tidak membahayakan anak sebagai pengguna,” tutur dia.
Baca juga: 2 Jenis Lead Generation untuk Menarik Prospek Berkualitas

Gita juga mendorong pemanfaatan Dana Desa untuk pengadaan alat permainan luar ruang, seperti ayunan dan perosotan.
Menurut dia, fasilitas tersebut penting untuk mendukung perkembangan motorik dan interaksi sosial anak, sekaligus mencegah penurunan minat belajar dan menekan angka putus sekolah sejak dini.
Anak-anak dapat belajar berinteraksi dengan teman sebaya, bergantian menggunakan fasilitas, serta memahami cara memelihara sarana yang ada.
“Dengan demikian, mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta tetap memiliki minat belajar yang baik,” katanya.
Rapat kerja ini diharapkan mampu menghasilkan program-program PAUD yang inovatif dan berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, satuan PAUD dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi terhadap pelaksanaan program PAUD yang telah berjalan sebelumnya. (kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Editor: Dhani
-
HEADLINE2 hari yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
Pemprov Kalsel3 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kabupaten Kapuas1 hari yang laluIni Daftar Nama 106 Pejabat Pemkab Kapuas yang Baru Dilantik
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Inspektur Upacara Penurunan Bendera




