BARISTAND
BRSBB Mendukung Optimalisasi Teknologi Industri di Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Balai Riset dan Standardisasi Industri Banjarbaru (BRSBB) salah satu unit kerja Kementerian Perindustrian, terus mengoptimalisasi pemanfaatan teknologi industri, serta penerapan standardisasi dan sertifikasi.
Kepala BRSBB, Budi Setiawan mengatakan, BRSBB terus mengembangkan pelayanannya kepada masyarakat terutama industri, khususnya industri di Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang dilakukan diantaranya pengembangan aplikasi teknologi hasil rekayasa BRSBB. Sehingga semakin banyak industri yang menerapkan hasil-hasil rekayasa dari BRSBB.
Baca juga: Arsip Lawas 5 SKPD “Pemprov Dati I Kalsel” Segera Dimusnahkan

Budi Setiawan menambahkan, selain optimalisasi teknologi industri, BRSBB juga siap mendampingi industri dalam hal penerapan SNI Produk serta penerapan sistem mutu -SNI ISO 9001-.
“Sehingga mutu dan kualitas produk industri terjamin,” tegas Budi Setiawan.
Seperti komoditas unggulan dari Kabupaten Balangan yaitu umbi maya -Amorphophallus muelleri-, BRSBB bersama Balitbangda Kabupaten Balangan dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Perindustrian Kabupaten Balangan bersinergi mendampingi optimalisasi aplikasi teknologi industri kepada usaha Industri Kecil Menengah (IKM).
“Kerjasama dengan BRSBB dilaksanakan untuk mengetahui dan mengembangkan potensi dari umbi maya di Kabupaten Balangan. Selain pengembangan alat pemotong dan pengering untuk menjadikan produk chips umbi maya, juga dikembangkan produk-produk turunan dari umbi maya. Di antaranya tepung glukomanan dan bakso,” kata Aidinnor, Kepala Balitbangda Kabupaten Balangan.
Baca juga:Hindari Pemancing Tewas Kesetrum, Polsek Martapura Kota Pasang Spanduk Imbauan di Tungkaran
Alat pengering dan pemotong serbaguna hasil rekayasa BRSBB telah diaplikasikan pada IKM umbi porang di Kabupaten Balangan. PERAK BIRU (Pengering Rak Baristand Industri Banjarbaru) merupakan salah teknologi pengeringan bahan pangan serbaguna.

“Pengering ini dapat digunakan untuk mengeringkan berbagai macam bahan pangan seperti umbi, kerupuk, cabai, ubi, tepung, dan lain-lain,” kata Aidinoor.
Alat ini mampu diatur suhunya sehingga dapat mengeringkan bahan pangan pada suhu konstan dan hasilnya tidak merusak sifat bahan yang dikeringkan.
Baca juga: Banyak Guru Enggan Vaksin Saat Puasa, Target Dinkes Banjarmasin Sulit Tercapai
“Alat pengering ini dapat membantu mengeringkan bahan pangan tanpa tergantung pada cuaca. Berbeda dengan pengeringan alami yang sangat tergantung cahaya matahari,” sebutnya.
Selain alat pengering, terdapat alat pemotong perajang umbi maya yang juga diaplikasikan di IKM. Alat ini sangat membantu petani porang, sehingga menjadi pengusaha chips -umbi kering porang-. Harga chips bisa mencapai 60-70 ribu rupiah per kilogram. Sedangkan harga umbi basah hanya sekitar 8 ribu rupiah per kilogram.
“Alat pemotong ini turut membantu IKM dalam memenuhi target ekspor porang perdana sebanyak 10 ton ke Jepang pada 12 April 2021 lalu,” beber Kepala Balitbangda Balangan. (kanalkalimantan.com/rls)
Editor : kk
-
HEADLINE20 jam yang laluCemari Lingkungan, Komisi III DPRD Banjarbaru Cek SPPG ‘Merah’
-
HEADLINE3 hari yang laluDari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”
-
HEADLINE2 hari yang laluRencana Aksi Bersama Pengendalian Banjir Kawasan Banua Enam
-
HEADLINE2 hari yang laluASN Bisa WFA dan Cuti Bersama hingga Dua Minggu, Begini Skemanya
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluTMMD Ke-127 Dimulai, Bupati HSU: TNI Berperan Aktif Percepat Pembangunan Pedesaan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluResmikan Puskesmas, Bupati Banjar Harapkan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat


