Connect with us

HEADLINE

BREAKING NEWS. Brimob Musnahkan Bahan Peledak Kedaluwarsa di Gambut, Kaca Rumah Warga Sampai Pecah

Diterbitkan

pada

Brimob musnakan bahan peledak tidak luarsa. Foto : Istimewa

BANJARBARU, Warga Kecamatan Landasan Ulin dikejutkan dengan adanya bunyi dentuman dan getaran tanah seperti gempa yang membuat sejumlah kaca rumah mereka sampai pecah. Peristiwa ini terjadi pada, Rabu (27/11) siang dan membuat geger sosial media.

Nurmiati (56) warga Kelurahan Guntung Manggis, mengatakan dirinya merasakan getaran tersebut saat sedang memasak, sekitar pukul 15.00 wita. Bahkan, dirinya menduga saat itu adalah gempa.

“Saya kira gempa, soalnya terasa getarannya. Tapi sebentar saja, habis itu hilang,” katanya.

Beda lagi dengan Medi (23) warga Kecamatan Liang Anggang, yang mengaku tidak merasakan getaran namun hanya mendengar suara dentuman.

“Saya tidak merasa getaran, tapi hanya suara dentuman. Saya pikir ban truk pecah. Tapi beda ya, suara ini seperti bom,” jujurnya.

Tidak hanya otu, kaca jendela beberapa rumah warga hingga rumah ibadah juga sampai pecah akibat getaran keras tersebut.

Dari penelusuran Kanalkalimantan.com, munculnya dentuman nyaring dan getaran ini berasal dari kegiatan Brimob Polda Kalsel unit Gegana yang melakukan pemusnahan bahan peledak yang sudah kedaluwarsa.

Pemusnahan bahan peledak ini dilakukan di kawasan Desa Tambak Padi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes M Rifai mengatakan bahan peledak ini adalah milik perusahaan. Namun, karena sudah kedaluwarsa maka harus dilakukan pemusnahan.

“Bukan bom, itu bahan peledak yang kedaluwarsa yang diledakan. Terkait berapa banyak bahan peledak yang dimusnahkan tadi, kita masih menunggu data dari Intel,” tuturnya.

Kombes M Rifai juga menjelaskan bahwa pihaknya akan bertanggung jawab terhadap rumah-rumah warga terdampak ledakan ini. Dirinya, juga mengimbau warga yang terdampak untuk melaporkannya ke kantor kepolisian terdekat.

“Kita sudah sampaikan ke warga untuk rumahnya yang terdampak, agar melaporkan ke Kantor Polisi terdekat. Tentu kita akan ganti rugi atas kegiatan ini. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, atas kejadian ini,” pungkasnya. (Rico)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->