Bisnis
BI dan UIN Antasari Matangkan Roadmap Pengembangan Ekonomi Syariah Kalsel
BANJARMASIN, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalsel bekerjasama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menggelar Training of Trainer (TOT) Modul Ekonomi dan Keuangan Syariah terkait Zakat, Wakaf dan Usaha Mikro Islami, Rabu (24/10) di aula Zafry Zamzam Rektorat UIN Antasari. Kegiatan ini sekaligus pre-launching Konsep Roadmap Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Kalsel.
TOT difokuskan kepada para dosen, pengajar pesantren, hingga pemangku kepentingan lainnya ekonomi dan keuangan syariah di Kalsel. Sejumlah narasumber dari DEKS Bank Indonesia, Cecep Maskanul Hakim, maupun akademisi Unpad dan Unair ikut terlibat dalam pelatihan ini.
Deputi Kepala KPw BI Kalsel, M Irwan yang membuka acara tersebut mengatakan, pemerintah telah menerbitkan Blueprint Pengembangan Ekononi dan Keuangan Syariah yang menjadi acuan kebijakan strategi dan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi di Bank Indonesia. Dalam upaya pengembangan ini, BI menjalin kerjasama dengan berbagai institusi terkait baik di tingkat nasional dan internasional. (Baca: Kalsel Potensial Jadi Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah Kalimantan).
“Di level nasional, Bank Indonesia berperan aktif dalam wadah Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), yaitu wadah koordinasi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,†jelasnya.
Irwan mengatakan, sebagai akselerator BI memiliki peran dalam mendorong percepatan program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang dilakukan kementerian, lembaga, institusi, dan pemangku kepentingan lain.
“Sebagai inisiator, Bank Indonesia memiliki peran dalam memprakarsai inovasi program yang terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah baik di Bank Indonesia maupun di kementerian, lembaga, institusi, dan pemangku kepentingan lain. Sedangkan sebagai regulator, BI memiliki peran dalam merumuskan dan menerbitkan ketentuan terkait dengan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah sesuai kewenangan yang dimiliki,†jelanya.
Merujuk pada Blueprint Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah, strategi utama Pengembangan Ekonomo dan Keuangan Syariah di Bank Indonesia terdiri dari tiga pilar. Yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pendalaman pasar keuangan syariah, serta penguatan riset, asesmen, dan edukasi. “Kegiatan hari ini di UIN Antasari Banjarmasin merupakan wujud pelaksanaan pilar ketiga,†ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Antasari Fatturahman Azhari berharap kegiatan ini bisa menjadi referensi bagi para dosen. “Dengan adanya Training of Trainer. ini semoga pengelolaan zakat, wakaf, dan usaha mikro menengah jadi semakin membaik,” ucapnya. (mario)
Editor : Chell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
HEADLINE2 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE3 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi





