DISHUT PROV KALSEL
Agroforestry KTH Sinar Timur Terus Dimonitoring
BANJARBARU, KPH Pulau Laut Sebuku melaksanakan monitoring areal agroforestri di desa Kulipak Kecamatan Pulau Laut Timur, Kabupaten Kotabaru, Senin (19/11). Dari hasil kroscek tim di lapangan, kegiatan yang dilaksanakan oleh KTH Sinar Timur yaitu sudah pada tahap pemasangan ajir dan pembuatan lobang tanam, dan luasan lokasi agroforestri yang sudah dilaksanakan pemasangan ajir seluas 15 Ha.
Untuk kegiatan penyemprotan tanaman penggangu masih belum dilaksanakan karena faktor cuaca yang terus hujan di wilayah desa kulipak dan sekitarnya. Adapun tanaman tumpang sari akan dilaksanakan apabila pemasangan ajir dan pembuatan lobang telah selesai dilaksanakan.
Agroforestri sebagai metode penggunaan lahan secara optimal dengan mengkombinasikan budidaya tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian, peternakan, perikanan yang di berlandaskan asas kelestarian, untuk kesejahteraan masyarakat di dalam dan disekitar hutan.
Sebelumnya, KPH Cantung terus Bergerak untuk mewujudkan Agroforestri di Dusun Lipon. Dari hasil monitoring tim pada senin, 21 November 2018, persiapan pembukaan lahan sampai saat ini sudah terlaksana mencapai 80% dari luasan lahan dengan rincian: APBN seluas 25 Ha dan APBD seluas 15 Ha.
Pada umumnya masyarakat Dusun Lipon sangat antusias serta menyambut baik dengan adanya program tersebut. Dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan dalam program tersebut, diharapkan turut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan khususnya.(rendy)
Editor : Chell
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluIni Aturan Warung Makan Selama Ramadan di Banjarmasin
-
HEADLINE3 hari yang laluStadion Internasional di Landasan Ulin Barat, Lahan 28,7 Hektare Disiapkan
-
HEADLINE2 hari yang laluHendak Tawuran, 16 Remaja Bawa Sajam Diamankan
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBerbagi Semangat Mengaji dengan Dansatgas TMMD di TPA Al Ikhlas
-
Kabupaten Balangan3 hari yang lalu“Bakawaan Season 1” Perkuat Kolaborasi Ekosistem Ekraf Balangan
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluBanjarmasin Masih ‘Darurat Sampah’, Dorong Pengolahan Sampah Organik Mandiri

