Kalimantan Selatan
Sikapi Perpres Jokowi, GTPP Kalsel: Kami Masih Bekerja dan Tunggu Arahan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Presiden RI Joko Widodo memutuskan untuk membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Pusat. Ini terutang dari Perpres Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang ditandatangani baru-baru tadi.
Lalu, bagaimana kelangsungan GTPP Covid-19 Kalsel setelah dikeluarkannya Perpres tersebut dan kaitannya dengan kinerja dalam penanganan Covid-19?
Juru Bicara GTPP Covid-19 Kalsel Muhamad Muslim pun angkat bicara. Ia menyatakan, hingga kini GTPP Covid-19 Kalsel masih dengan struktur yang ada.
“Kita masih melakukan telaah dan kajian, sesuai dengan arahan dari Satuan Tugas (Satgas) di Pemerintah Pusat. Untuk perubahan-perubahan nomenklatur dan sejumlah penyesuaian,” kata Muslim di Banjarbaru, Rabu (22/7/2020) sore.
Baca juga :
KABAR BAIK. Hari Ini Pasien Sembuh Covid-19 di Kalsel Capai 202 Orang, Tala Sumbang Terbanyak!
Oleh karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel ini menegaskan, GTPP Covid-19 Kalsel saat ini masih dengan struktur dan sistem yang ada. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian setelah adanya arahan dari Pemerintah Pusat dan telaah lebih lanjut.
“GTPP Covid-19 Kalsel saat ini masih dengan struktur dan sistem yang ada. Kita akan menyesuaikan nanti setelah adanya arahan dan telaah dari gugus tugas,” tukas Muslim. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Cell
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSudah 630 Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Banjar Siapkan 150 Personel Gabungan
-
HEADLINE2 hari yang laluPTAM Intan Banjar-BPAM Banjarbakula Olah Air Baku Irigasi Riam Kanan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSiapkan Pembasahan 1.650 Hektare Gambut di Kalsel
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Proses Pengangkatan, 53 Korban Belum Ditemukan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKades Pulau Kaladan Apresiasi Bantuan Pangan ke Warga Terdampak Karhutla
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluWarga Palangka Raya Terus Menerus Hirup Asap Pekat, Desak Status Bencana Nasional



